Home » ASI (Air Susu Ibu) » Faktor Penyebab Kegagalan ASI Eksklusif

Faktor Penyebab Kegagalan ASI Eksklusif

Faktor Penyebab Kegagalan ASI Eksklusif – Tidak sedikit ibu gagal dalam memberikan ASI eksklusif pada buah hatinya dan memilih beralih pada susu formula. Kegagalan tersebut disebabkan karena beberapa faktor.

Anjuran memberikan ASI eksklusif pada bayi selama ini selalu digembor-gemborkan. Bukan karena tidak ada alasan, ini dilakukan agar ibu selalu termotivasi untuk memberikan ASI eksklusif kepada buah hatinya. Pasalnya, ASI eksklusif mendatangkan banyak manfaat untuk bayi, selain untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan gizi bayi, ASI juga memiliki manfaat untuk kesehatan bayi.

Pemberian ASI eksklusif disarankan dari awal kehidupan bayi hingga usia bayi 6 bulan. Selama 6 bulan awal kehidupannya, tidak ada asupan apapun selain ASI. Meskipun begitu, semua kebutuhan nutrisi dan gizi harian bayi sudah terpenuhi dalam ASI karena ASI mengandung nutrisi dan gizi komplit.

Faktor Penyebab Kegagalan ASI Eksklusif

Manfaat ASI Eksklusif

  • Dengan ASI eksklusif maka sistem kekebalan tubuh bayi akan menjadi lebih kuat. Di dalam ASI atau air susu ibu terkandung zat antibodi yang dapat membantu bayi dalam memerangi segala virus dan bakteri penyebab penyakit. Sehingga risiko bayi mengalami penyakit diare, infeksi sistem pernafasan, konstipasi, infeksi telinga, serta meningitis akan menjadi lebih rendah. Selain itu, antibodi dari ibu mampu melindungi bayi dari serangan alergi, eksim dan asma.
  • Berat badan bayi akan menjadi ideal. Dengan ASI eksklusif memungkinkan bayi akan tumbuh dengan berat badan ideal, tidak terlalu gemuk atau tidak terlalu kurus. Dibandingkan dengan susu formula, di dalam ASI terkandung lebih sedikit insulin. Dimana insulin ini dapat memicu terbentuknya lemak. Karena ASI sedikit mengandung insulin, maka dari itu lemak yang terbentuk pun hanya sedikit. Selain itu, dengan ASI eksklusif bayi akan memiliki leptin lebih banyak, yakni suatu hormon yang memiliki peran penting dalam mengatur nafsu makan bayi, serta untuk metabolisme lemak.
  • ASI eksklusif akan membuat bayi lebih cerdas. Berdasarkan ahli, asam lemak yang terdapat pada ASI memiliki pengaruh penting terhadap kecerdasan otak bayi. Tidak hanya itu, ketika menyusui maka hubungan emosional antara ibu dan bayi akan terjadi yang akan memberikan kontribusi.
  • ASI eksklusif menurunkan risiko sindrom kematian mendadak pada bayi.
  • Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif selama 3 bulan atau lebih akan memiliki tulang belakang dan tulang leher yang lebih kuat dibandingkan dengan bayi yang tidak mengkonsumsi ASI eksklusif kurang dari 3 bulan atau tidak sama sekali.
  • Kolesterol untuk orang dewasa tidak baik, namun Penyebab Kegagalan ASI Eksklusifbeda halnya dengan bayi. Dimana untuk bayi kolesterol justru dibutuhkan untuk menunjang proses tumbuh kembangnya. Dimana kolesterol ini mudah ditemukan pada ASI.
  • Hubungan di antara ibu dan bayi akan menjadi lebih kuat. Saat proses menyusui berlangsung ibu akan bersentuhan langsung dengan kulit bayi, serta keduanya akan saling bertatapan. Keadaan ini akan semakin memperkuat hubungan di antara ibu dan bayinya.

Faktor Penyebab Kegagalan ASI Eksklusif

Proses Persalinan

Melahirkan bayi dengan proses persalinan normal dapat memberikan kesempatan untuk melakukan IMD atau inisiasi menyusu dini, serta akan mendukung lanjutan pemberian ASI eksklusif.

Berdasarkan penelitian menyatakan bahwa memberikan obat penahan sakit selama proses melahirkan akan membuat bayi merasa pusing, serta ia akan menghisap ASI dengan tidak teratur.

Ibu yang mengalami stres sebelum persalinan atau sesudah persalinan dapat mempengaruhi produksi ASI untuk buah hatinya.

ASI Tidak Cukup

Berdasarkan mitos yang beredar di tengah masyarakat, bayi baru lahir harus diberi minum. Sehingga ketika ASI belum keluar, maka bayi akan diberikan cairan lain menggunakan dot. Karena seperti ini, maka efeknya bayi enggan belajar menyusu sehingga ia hanya akan menghisap ASI sedikit.

Ibu dan Bayi Terpisah Setelah Melahirkan

Setelah dilahirkan, terkadang bayi tidak bisa langsung diletakan pada dada ibu. Keadaan yang biasanya mengharuskan terpisahnya ibu dan bayi yaitu karena proses persalinan caesar atau hal lainnya. Kontak langsung antara kulit bayi dan ibu setelah melahirkan sebenarnya sangat penting karena memiliki peran dalam keberhasilan inisiasi menyusui dini, serta proses menyusui selanjutnya.

Memilih Susu Fomula

Banyak anggapan bahwa susu formula lebih praktis dibandingkan dengan menyusui langsung. Namun, faktanya anggapan tersebut tidak benar, karena justru susu formula lebih merepotkan karena ibu harus membuat terlebih dahulu.

Ibu Harus Bekerja

Karena sibuk bekerja ibu tidak memberikan ASI eksklusif pada bayinya. Namun sebenarnya bekerja bukanlah sebuah alasan, karena meskipun bekerja ASI tetap diberikan dengan metode ASIP atau ASI perah.

Tidak Ada Dukungan

Ibu akan lebih mudah menyerah memberikan ASI eksklusif ketika tidak ada dukungan dari keluarga atau orang-orang yang ada di sekitarnya. Terlebih lagi jika ibu mengalami kesulitan lainnya seperti produksi ASI kurang, puting lecet, saluran ASI tersumbat dan lain sebagainya.

Tekad Ibu Kurang Kuat

Ibu yang memiliki rasa percaya diri serta keteguhan hati untuk menyusui bayinya akan sukses menjalankan ASI eksklusif. Namun, sebaliknya jika rasa percaya dan keyakinan ibu kurang kuat, maka ia akan memutuskan untuk beralih pada susu formula.

Bayi Tumbuh Sehat

Terkadang ibu beranggapan bahwa meskipun tanpa ASI eksklusif bayi tetap tumbuh sehat. Meskipun mungkin bayi dengan susu formula dapat tumbuh sehat, tetapi tidak ada kandungan lebih baik dibandingkan dengan ASI.