Home » Bayi Baru Lahir » Fakta Kuning Pada Bayi Baru Lahir

Fakta Kuning Pada Bayi Baru Lahir

Fakta Kuning Pada Bayi Baru Lahir  penting untuk diketahui agar anda tahu bagaimana menangani kondisi ini pada buah hati anda. 

Selamat bunda, kini bayi anda telah lahir disertai dengan anggota tubuh yang sempurna. Kebahagiaan besar yang anda dapatkan ini tentu saja membuat anda dan pasangan semakin sumringah menjalani hari-hari baru bersama dengan si buah hati. Akan tetapi, sayangnya pada hari pertama kelahirannya seringkali beberapa ibu dikagetkan dengan keluhan kuning pada buah hati tercintanya.

Kondisi kuning yang terjadi pada bayi baru lahir seringkali disebut dengan hiperbilirubinemia. Kondisi ini pada umumya terjadi akibat kadar bilrubin pada darah bayi meningkat. Terjadinya peningkatan bilirubin secara normal dapat terjadi pada hari ke 2 sampai dengan hari ke 3 setelah bayi dilahirkan. Pada kodnisi ini umumnya kadar bilirubin pada bayi rendah. Sedangkan pada bilirubin mencapai 10 maka kondisi ini perlu penanganan serius terutama pada bayi yang sudah berusia 7 hari.

Kondisi bayi kuning adalah hal yang mungkin paling banyak dialami oleh banyak ibu pasca melahirkan. Satu dari tiga bayi baru lahir memiliki resiko terhadap kondisi ini. Penyakit kuning yang terjadi pada bayi baru lahir terjadi sebab fungsi hati pada bayi belumlah terbentuk dengan sempurna. Hati yang tidak bekerja semestinya mengakibatkan penumpukan zat bilirubin. Kondisi inilah yang membuat warna kuning timbul pada bayi baru lahir. Apabila tingkat bilirubin yang menumpuk pada bayi tidaklah tinggi, maka kondisi ini tidak memerlukan penanganan yang terlalu serius.

Untuk mengatasi kondisi ini ibu cukup mengatasinya dengan menjemur bayi dibawah sinar matahari. Akan tetapi, tekhnik penjemuran yang dilakukanpun perlu diperhatikan. Jangan sampai ibu menjemur buah hati dibawah terik sinar matahari yang menyengat. Banyak faktor dan hal yang perlu diperhatikan sewaktu menjemur bayi. Mengingat kulit bayi baru lahir masih begitu sensitif maka hal ini perlu dilakukan dengan berhati-hati.

Selain itu, sebagian orang banyak meyakini timbulnya warna kuning pada tubuh bayi baru lahir seringkali mengindikasikan adanya penyakit. Adapun kondisi penyakit ini seringkali ditunjukan sebagai jenis penyakit yang berbahaya seperti gangguan fungsi liver.

Fakta Bayi Kuning Pada Bayi Baru Lahir

Mendengar hal ini tentu saja kita sebagai orangtua yang memiliki bayi berkeluhan sama maka akan semakin panik. Kondisi kuning pada bayi baru lahir memang cukup mengkhawatirkan. Sehingga hal ini serigkali membuat ibu merasa tidak tenang.

Kondisi yang belum pulih pada ibu setelah melahirkan seringkali menjadi masalah yang cukup merisaukan. Lantas benarkah demikian? Nah, untuk memberikan lebih banyak pengetahuan mengenai bayi baru lahir dengan penyakit kuning. Maka mari kita simak fakta bayi kuning pada bayi baru lahir dibawah ini.

Fakta Kuning Pada Bayi Baru Lahir

Ada cukup banyak fakta kuning pada bayi baru lahir yang penting untuk dipahami. Dengan begini ibu yang memiliki bayi kuning tidak perlu merasa takut atau khawatir dengan segala mitos dan rumor yang banyak tersebar dimasyarakat. Seperti apa saja fakta kuning pada bayi baru lahir? Simak dibawah ini.

1. Mayoritas Bayi Baru Lahir Mengalami Kuning

Fakta yang pertama tentang bayi kuning adalah kondisi ini dialami oleh hampir sebagan besar kelahiran bayi. Baik yang normal maupun yang lahir dengan kondisi prematur sebagian besar dari mereka mengalami kondisi ini. Fenomena bayi kuning pada bayi baru lahir cukup bulan terdapat seiktar 50-60% dan 75-80% pada bayi yang labih kurang bulan.

Pada bayi yang normal, umumnya kondisi ini terjadi sebab adanya peningkatan kadar bilirubin di hari ke 2 sampai dengan ke 3 dan mencapai puncaknya pada hari ke 8. Usia ini umumnya dihitung setelah bayi dilahrikan.

Sementara itu, pada bayi yang lahir dengan kondisi yang prematur, kadar bilirubi pada kondisi ini akan mencapai puncaknya pada hari ke 14. Itulah mengapa sepulangnya dari rumah bersalin atau rumah sakit, bayi umumnya akan disarankan untuk melakukan pemeriksaan ulang setelah 3 hingga 5 hari kepulangan bayi. Tujuan dari hal ini tentu saja guna memantau kadar bilirubin pada bayi sehingga dokter akan dapat memberikan tindakan yang cepat bila terjadi peningkatan.

2. ASI Dapat Membantu Mengatasi Bayi Kuning

Penelitan menunjukan bahwa pemberian ASI pada bayi baru lahir akan dapat mengatasi kondisi kuning pada bayi. Hal ini dikarenakan kadar bilirubin yang meningkat pada bayi bisa diredakan dengan ASI. Itulah mengapa pada kondisi bayi yang kuning, anda akan disarankan untuk memberikan ASI dengan frekuensi yang lebih sering dan porsi yang lebih banyak pada si buah hati.

Perlu diketahui, asupan cairan yang kurang, termasuk pemeberian ASI pada bayi baru lahir akan dapat menyebabkan bayi kuning. Hal ini umumnya akan tampak pada hari ke 3 hingga ke 5 dengan tanda tidak adanya penambahan berat badan pada bayi. Tanda lainnya adalah warna urine yang pekat yang terjadi pada si buah hati.

3. Kondisi Kuning Terjadi Akibat Fungsi Hati yang Belum Berjalan dengan Baik

Penyebab meningkatkan kadar bilirubin pada tubuh bayi yang membuatnya kuning diakibatkan oleh fungsi hati yang belum berjalan dengan baik. Umumya, usia sel darah merah adalah 120 hari. Pada bayi, usia sel darah merahnya kan lebih pendek dibandingkan dengan orang dewasa.

Pada bayi usia sel darah mereka kira-kira 90 hari. Sel darah merah yang sudah tua ini mengalami pemecahan yang terurai menjadi zat yang disebut dengan “heme” dan globin”. Heme akan diubah menjadi biliverdin yang selanjutnya akan melalui proses diubah menjadi bilirubi bebas (indirek).

Semestinya, sisa pemecahan bilirubin indirek ini diproses oleh hati hari menjadi bilirubin direk yang larut dalam air. Yang mana selanjutnya akan melalui salurna empedu yang akan dibuang melalui usus besar dan bercampur dengan kotoran.

Akan tetapi pada bai baru lahir, fungsi hatinya belum dapat berjalan dengan baik. Yang mana kondisi ini pada akhirnya dapat menyebabkan penumpukan bilirubin. Kondisi kuning pada bayi terjadi karena penumpukan bilirubin yang banyak.

4. Berjemur Dibawah Sinar Matahari Belum Cukup Menurunkan Kadar Bilirubin

Pada saat kondisi kuning terjadi pada bayi, orang-orang sekitar akan mungkin menyarankan anda untuk menjemur si kecil. Akan tetapi, sebenarnya menjemur bayi baru lahir dibawah sinar matahari belum cukup menurunkan kadar bilirubin pada bayi baru lahir.

Hal ini terkait dengan penyinaran matahari yang hanya dapat dilakukan pada waktu pai saja. Itupun dapat dilakukan pada waktu jam 7 pagi sampai dengan 8 pagi. Dan itupun tidaklah lama, hanya berkisar 20 menit. Hal inilah yang membuat kegiatan menjemur bayi dibawah paparan sinar matahari belum cukup efektif membuat kadar bilirubin dalam tubuhnya menurun.

5. Kondisi Kuning yang Dibiarkan Akan Beresiko

Membiarkan kondisi kuning yang terjadi pada bayi akan mungkin menyebabkan masalah lain. Kadar bilirubin yang tinggi dan tidak diatasi segera pada bayi baru lahir akan bermasalah untuknya. Hal ini akan dapat menimbulkan resiko pada sistem saraf pusatnya.

Gejala klinis yang ditemukan seperti muntah, mengantuk dan kejang akan cukup menakutkan. Adapun dampak lebih lanjut dari hal ini adalah timbulnya keterbelakangan mental, kelumpuhan otot motorik mata dan masih banyak lagi.

Demikian beberapa hal yang dapat disampaikan dari fakta kuning pada bayi baru lahir.