Home » Penyakit Bayi » Diare Pada Bayi, Penyebab dan Penanganan

Diare Pada Bayi, Penyebab dan Penanganan

Diare merupakan salah satu masalah yang bisa dialami oleh bayi. Apabila tinja encer keluar pada bayi hanya satu atau dua kali mungkin anda jangan terlalu khawatir. Keadaan ini bisa terjadi pada minggu atau bulan kelahiran bayi. Namun, jika diare pada bayi atau  mencret terlalu sering segera bawa bayi anda ke dokter.

Setiap keadaan dan perubahan yang terjadi pada bayi tentunya selalu diperhatikan oleh semua orang tua. Semua orang tua akan merasa khawatir terhadap hal-hal yang tidak biasa yang ditunjukan oleh bayinya. Masalah bayi baru  lahir sampai beranjak besar  akan  selalu diperhatikan. Salah satu gangguan atau masalah pada bayi  yaitu diare. Bayi tidak bisa mengutarakan apa yang ia rasakan, sehingga sudah menjadi tugas orang tua anda meneliti setiap apa yang terjadi pada bayi anda.

Di Indonesia diare merupakan salah satu penyebab kematian bayi tertinggi. Persentase kematian bayi yang diakibatkan oleh diare yang berujung pada dehidrasi yaitu hingga 31,4 persen. 25 persen merupakan balita berusia 1-4 tahun.

Tinja yang keluar pada bayi saat ia mengalami diare bisa saja keluar dengan tekstur yang berbeda-beda. Yang mana perbedaan tekstur ini berdasarkan dari asupan bayi. Diare pada bayi disebabkan oleh beberapa faktor. Berikut ini beberapa penyebab diare pada bayi.

Diare  pada  bayi

Penyebab Diare Pada Bayi

  • Infeksi bakteri, virus atau parasit. Bayi dan balita yang sering menyentuh benda-benda yang kebersihannya kurang terjaga, yang kemudian tangannya dimasukan ke dalam mulut memiliki resiko tinggi mengalami diare. Bayi pada umumnya memiliki sistem kekebalan tubuh yan masih dalam tahap perkembangan, sehingga bayi akan sangat mudah mengalami dan tertular oleh penyakit.
  • Alergi terhadap makanan.
  • Keracunan makanan.
  • Alergi terhadap obat.
  • Mengkonsumsi jus buah terlalu banyak.

Gejala dan Dampak Diare Pada Bayi

Diare pada bayi terjadi dengan diikuti beberapa gejala. Jika bayi anda mengalami gejala-gejala seperti berikut segera bawa ia ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

  • Terdapat nanah pada tinja bayi.
  • Bayi mengalami sakit perut.
  • Tinja bayi berwarna merah atau hitam.
  • Bayi demam dengan suhu lebih dari 39 Derajat Celcius.
  • Bayi terlihat lemah dan lesu.

Ketika bayi mengalami diare, maka keseimbangan air dan garam yang ada di dalam tubuhnya menjadi terganggu. Keadaan seperti ini bisa saja memicu terjadinya dehidrasi yang akan berujung pada kematian, khususnya untuk bayi baru lahir.

Anda harus benar-benar memperhatikan apakah bayi anda mengalami dehidrasi atau tidak. Untuk mengetahuinya anda bisa simak ciri-ciri dehidrasi pada bayi seperti di bawah ini.

  • Ketika bayi menangis ia tidak mengeluarkan air mata.
  • Mulutnya kering.
  • Kulit menjadi kering.
  • Air kencing yang dikeluarkan lebih sedikit dibandingkan dengan hari biasanya.

Pencegahan Diare Pada Bayi

Ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan sebagai langkah pencegahan diare pada bayi seperti berikut.

Hal yang  Harus Diperhatikan Pada Bayi

  1. Terjadinya diare disebabkan karena penyebab yang sudah disebutkan di atas masuk ke sistem pencernaan melalui mulut. Sebagai orang tua yang bijak anda harus memperhatikan makanan yang akan diberikan pada bayi anda. Bisa saja makanan tersebut sebelumnya sudah terkontaminasi oleh bakteri, parasit, virus atau bahan kimia yang menjadi penyebab diare. Namun, selain makanan yang harus anda perhatikan, perhatikan juga kebersihan tangan si kecil. Bisa saja tangan yang dimasukannya ke dalam mulut menjadi jalan masuknya penyebab diare.
  2. Perhatikan peralatan makan bayi anda. Sebelum digunakan anda harus menjamin kebersihannya terlebih dahulu, baik itu bersih dari bakteri, parasit, virus, bahan kimia atau obat-obatan tertentu. Karena percuma saja apabila anda memperhatikan kebersihan makanan untuk bayi anda, tetapi semua peralatan makannya tidak anda perhatikan.
  3. Ibu rumah tangga biasanya tidak bisa terlepas dari bahan bahan kimia dalam kesehariannya. Penggunaan deterjen dan cairan lainnya yang digunakan untuk membersihkan peralatan makan rasanya sudah tidak bisa ditinggalkan. Padas saat anda membersihkan atau mencuci peralatan makan bayi anda, maka perhatikan juga ketika anda membilasnya. Bilaslah peralatan makan tersebut dengan baik. Anda harus memastikan bahwa peralatan makan si kecil yang sudah anda bersihkan tadi sudah benar benar bersih dari bahan bahan kimia. Akan lebih baik jika anda merebus alat makan bayi anda terlebih dahulu sebelum digunakan.
  4. Perhatikan asupan baik itu makanan atau minuman yang dikonsumsi oleh bayi anda. Hindari memberikan minuman atau makanan yang biasa dikonsumsi oleh orang dewasa.
  5. Selalu perhatikan dan jaga lantai atau benda-benda yang selalu dipegang bayi anda agar tetap bersih.
  6. Apabila bayi anda mengkonsumsi susu formula, maka perhatikanlah kebersihan dari botol susu yang digunakan.

Hal yang Harus Diperhatikan Pada Ibu

  1. Selain memperhatikan hal hal yang berkaitan dengan bayi anda, anda juga harus memperhatikan kebersihan anda sebagai seorang ibu. Disarankan untuk sering mencuci tangan setelah melakukan kegiatan dengan menggunakan kontak tangan seperti selesai makan, setelah menggunakan kamar mandi, setelah mengganti popok bayi dan lain sebagainya.
  2. Jika anda masih menyusui bayi anda, maka disarankan untuk tidak menggunakan obat pencahar. Obat pencahar yang dikonsumsi oleh ibu akan ikut masuk ke dalam tubuh bayi anda melalui ASI, sehingga akan menyebabkan mencret. Selain itu, jangan konsumsi makanan maupun minuman yang dapat membuat bayi anda mengalami diare.

Penanganan Diare Pada Bayi

  1. Jika bayi anda mengalami diare, maka segeralah bawa ia ke dokter untuk mendapatkan perawatan dan penanganan terbaik. Dokter biasanya tidak akan merekomendasikan obat anti diare. Jika diketahui diare tersebut disebabkan karena bakteri atau parasit, dokter biasanya akan memberikan antibiotik atau obat anti bakteri dan parasit kepada bayi anda.
  2. Jika bayi anda mengalami diare yang cukup parah, dimana ia mengalami dehidrasi berat, maka ia harus mendapatkan cairan infus.
  3. Pemberian cairan rehidrasi atau cairan pengembali cairan yang hilang akan disarankan oleh dokter. Cairan rehidrasi atau oralit bisa anda berikan pada bayi anda yang mengalami diare. Untuk mendapatkan caran oralit in sangat mudah, yang mana anda bisa mendapatkannya dari dokter itu sendiri atau apotek terdekat.
  4. Apabila sebelumnya anda memberikan makanan padat pada bayi anda, biasanya dokter akan menyarankan untuk memberikan makanan bertepung seperti sereal beras, pisang, saus apel dan lain sebagainya. Pemberian makanan ini biasanya akan berlanjut hingga diare hilang dan sembuh.
    Jika bayi anda yang mengalami diare sudah mengkonsumsi makanan padat, disarankan untuk mengindari beberapa makanan yang hanya dapat memperburuk diare seperti susu formula dan keju, makanan kaya akan serat, makanan mengandung minyak, dan makanan semacam kue, serta lain sebagainya.
  5. Tetap berikan ASI pada bayi anda agar tidak mengalami dehidrasi.
  6. Apabila bayi anda mengalami dare lebih dari 4 hari meskipun tidak menunjukan gejala dehidrasi atau gejala yang membahayakan, maka segeralah bawa bayi anda ke dokter.

Yang harus anda perhatikan ketika bayi anda mengalami diare yaitu intensitas atau kuantitas diare. Perhatikan apakah bayi anda mengalami gejala dehidrasi atau gejala lainnya agar anda bisa lebih waspada dan segera membawa ia ke dokter.