Home » Perawatan Bayi » Cara Toilet Training Pada Balita

Cara Toilet Training Pada Balita

Ketika anak anda sudah siap, baik dari tanda fisik atau emosionalnya anda dapat mengajarkan si kecil memakai toilet sendiri. Kenali cara toilet training pada balita yang benar dan tepat.

Merawat bayi meskipun merepotkan tetap akan dinikmati oleh para ibu. Beberapa waktu lalu mungkin anda akan direpotkan dengan kegiatan mengganti popok bayi ketika basah. Bahkan kegiatan ini sering dilakukan selama beberapa bulan kehidupan bayi anda. Namun, seiring dengan bertambahnya usia anak anda, anda akan dihadapkan pada saat dimana anda mengajarkan anak menggunakan toilet training.

Toilet training pada anak itu sendiri merupakan proses menanamkan dan melatih kebiasaan pada anak untuk melakukan kegiatan buang air besar atau buang air kecil pada tempatnya atau pada toilet. Toilet training merupakan awal untuk melatih anak menuju kemandirian, anak akan mulai belajar untuk melakukan hal-hal kecil seorang diri. Selain itu, toilet training akan mengajarkan anak untuk mengenal bagian-bagian tubuh dan fungsinya.

Cara Toilet Training Pada Balita

Akan tetapi, mengajarkan anak untuk buang air kecil dan buang air besar pada tempatnya bukanlah kegiatan yang mudah dilakukan. Untuk mengajarkannya membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Diperlukan kesabaran yang lebih ekstra dalam melakukannya.

Kapan Waktu yang Tepat Memulai Toilet Training?

Sebenarnya setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda-beda, termasuk kemampuan dalam memulai toilet training. Anak siap menjalani toilet training umumnya saat usia 1 tahun 6 bulan. Akan tetapi, anak akan siap memulainya kebanyakan pada saat usianya 1 tahun 10 bulan sampai 2 tahun 6 bulan. Dimana anak akan bisa menggunakan toilet dengan sempurna saat usianya 3 tahun.

Untuk mengetahui waktu yang tepat memulai toilet training pada anak yaitu dengan melihat kesiapan fisik dan kesiapan mental atau emosionalnya.

Tanda Fisik

Tanda anak siap memulai toilet training secara fisik yaitu dapat dilihat pada kemampuannya dalam mengontrol keinginan untuk buang air kecil atau buang air besar. Dimana kondisi seperti ini biasanya jarang terjadi sebelum anak berusia 1 tahun 6 bulan. Anda dapat memahami dan mengetahui kesiapan fisik anak untuk memulai toilet training apabila menunjukan tanda-tanda seperti berikut ini:

  • Anak sudah mampu duduk tegak
  • Anak mampu berada pada posisi jongkok selama 5-10 menit tanpa harus berdiri terlebih dahulu
  • Tidak buang air besar pada popoknya ketika malam hari
  • Popok tetap kering saat bangun tidur atau setelah 2 jam popok tersebut dipakaikan
  • Terlihat anak mengeluarkan ekspresi saat menahan buang air kecil atau buang air besar
  • Memiliki pola buang air besar dan buang air kecil teratur
  • Anak dapat melepas dan memakai pakaiannya sendiri dan dapat berkomunikasi tentang pemakaian toilet bersama anda

Tanda Emosional

Selain melihat kesiapan fisiknya, anda juga harus mempertimbangkan kesiapan mental atau emosional si kecil. Berikut ini beberapa tanda anak sudah siap secara emosional atau mental untuk dikenalkan toilet training:

  • Anak memilih menggunakan celana dalam dibandingkan dengan menggunakan popok
  • Anak akan langsung memberitahu orang tuanya ketika popok sudah dalam keadaan kotor atau basah dan meminta diganti
  • Ketika orang tuanya menggunakan kamar mandi, anak memperlihatkan ketertarikannya
  • Ketika ingin buang air kecil anak memberitahu terlebih dahulu
  • Terlihat semangat untuk mengikuti proses toilet training
  • Mampu membedakan buang air kecil dan buang air besar

Yang perlu anda ketahui yaitu, tidak semua anak siap diberi toilet training meskipun ia sudah menunjukan kesiapan fisik atau emosionalnya, karena ada sebagian anak yang tidak siap untuk melakukannya.

Ketika anak anda belum siap untuk melakukannya, sebaiknya hindari memaksa. Pemaksaan yang dilakukan akan menyebabkan stres yang akan semakin memperlambat kesiapan anak meninggalkan popok. Selain itu, anda akan lebih sulit memberikan toilet training apabila anak anda masih belum siap.

Cara Toilet Training Pada Balita

Ketika anak anda sudah siap diberikan toilet training, maka anda pun harus siap untuk membimbingnya. Proses ini sebaiknya tidak dilakukan seorang diri, karena peran anggota keluarga yang lainnya sangat dibutuhkan.

Berikut ini tahap awal yang dapat anda lakukan untuk memulai toilet training pada anak:

Kenalkan Anak Pada Toilet

Pertama kali anda harus mengenalkan anak pada toilet. Jelaskanlah kegunaan toilet, seperti misalkan toilet digunakan untuk buang air kecil dan buang air besar. Anda dapat mengatakan pada anak anda bahwa sebelum menggunakan toilet ia harus melepas popoknya, dan menggantinya dengan celana dalam. Anda harus menjelaskan bahwa ia saat ini sudah tidak bisa lagi buang air kecil atau buang ai besar pada celana atau popoknya. Agar si kecil lebih paham, anda dapat mengganti istilah buang air kecil dan buang air besar dengan kata yang mudah dipahami oleh anak-anak.

Gunakan Pispot

Ketika pertamakali anda mengajari si kecil menggunakan toilet training, anda tidak bisa langsung menggunakan toilet normal. Hingga ukuran tubuh anak anda dapat menjangkau toilet, anda dapat menggunakan pispot terlebih dahulu. Pilihlah beberapa jenis pispot dan biarkan si kecil menggunakan berbagai pispot hingga ia menemukan pispot mana yang cocok untuk digunakan sendiri. Jika pispot sudah dipilih, sebaiknya simpan pispot tersebut di dalam kamar mandi. Jelaskan pada anak anda bahwa pispot tersebut dapat digunakan untuk buang air kecil dan buang air besar selama ia masih anak-anak.
Jika memungkinkan, anda dapat membeli tempat duduk kloset khusus untuk anak-anak supaya si kecil dapat merasakan kegunaan toilet sungguhan.

Mengajak Anak Ketika Anda Beraktivitas di Toilet

Anda dapat mengajak anak untuk beraktivitas di toilet, karena melihat secara langsung akan lebih mudah dibandingkan dengan teori.

Cara Membiasakan Anak BAK dan BAB di Kamar Mandi

  • Setelah melakukan tahap awal, kini saatnya anda membiasakan anak buang air kecil dan buang air besar di kamar mandi. Berikut ini langkah-langkah yang dapat anda lakukan:
  • Ketika anak anda menggunakan pispot atau tempat duduk kloset, anda dapat mengajarinya duduk dengan posisi yang tepat dan benar. Jika akan menggunakan tempat duduk kloset, untuk memudahkan anda dapat menggendongnya.
  • Setelah selesai melakukan buang air kecil atau buang air besar, anda dapat mengajarinya untuk membersihkan alat kelaminnya sendiri.
  • Setelah selesai buang air kecil atau buang air besar, anda dapat mengajari anak anda untuk menekan tombol flush pada toilet. Apabila menggunakan pispot, anda dapat mengajaknya untuk melihat proses pembuangan air seni atau tinjanya.
  • Setelah selesai, anda dapat mengajari anak anda untuk mencuci tangannya dengan baik dan benar setelah menggunakan toilet atau sebelum keluar dari kamar mandi.
  • Untuk menambah rasa percaya dirinya, anda dapat memberikan si kecil pujian. Selalu lontarkan pujian setiap kali anak melakukan aktivitas yang berhasil dilakukan.
  • Selama proses ini anda harus tetap mengawasi si kecil. Hindari meninggalkan si kecil di kamar mandi seorang diri tanpa adanya pengawasan untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan seperti terpelesat atau memainkan sesuatu yang berbahaya untuk keselamatannya.

Hal yang Harus Diperhatikan

  • Hindari mempercepat proses ini, anda dapat membiarkan si kecil berkembang sesuai dengan waktunya.
    Biarkan anak memutuskan sendiri kapan harus buang air kecil atau buang air besar, anda dapat mengingatkannya dan hindari memaksanya.
  • Anda harus mampu menghadapi anak ketika ia gagal mengontrol buang air besar dan buang air kecilnya. Hindari menyalahkan dan tetap berikan ia pujian.
  • Segera bertindak jika anak menunjukan tanda ingin buang air kecil atau buang air besar