Home » Bayi Baru Lahir » Cara Mudah Merawat Bayi Baru Lahir

Cara Mudah Merawat Bayi Baru Lahir

Cara Mudah Merawat Bayi Baru Lahir. Kehadiran anak sangat diharapkan oleh pasangan suami istri, baik itu pasangan baru menikah maupun sudah lama menikah yang ingin menambah keturunan. Tentunya kedua pasangan tersebut memiliki pengetahuan yang berbeda dalam urusan mengurus bayi. Pasangan muda baru menikah biasanya kesulitan merawat bayi karena belum memiliki pengalaman.

Merawat bayi baru lahir nyatanya tidak mudah dilakukan, selain tenaga dan emosi yang terkuras biasanya kekhawatiran selalu menyertai. Banyak orang tua baru merasa kebingungan atau takut ketika hendak merawat bayinya yang baru lahir. Berbagai pertanyaan kerap kali muncul, seperti apa cara merawat bayi baru lahir? Apa saja yang harus diperhatikan saat merawat bayi baru lahir? Nah, untuk saat ini anda jangan merasa khawatir karena anda akan menemukan jawaban dan solusi atas pertanyaan tersebut.

Hal yang Harus Diperhatikan Saat Merawat Bayi Baru Lahir

bayi-baru-lahir

 

  • Perhatikan Keamanan dan Kebersihan Bayi

Sebagai orang tua anda harus benar-benar memastikan kebersihan dan keamanan bayi anda. Pada saat anda hendak menggendong atau melakukan kontak dengan bayi mencuci tangan terlebih dahulu adalah hal yang perlu anda lakukan. Anda harus berhati hati ketika hendak menggendong bayi baru lahir. Beberapa bagian yang harus diperhatikan ketika menggendong bayi baru lahir yaitu kepala dan leher. Mengguncang-guncang bayi adalah hal yang harus anda hindari. Pasalnya jika ini dilakukan akan menyebabkan terjadinya pendarahan diotak. Jika anda ingin mengajak bermain bayi, maka cukup tidurkan bayi di tempatnya. Jangan diayun ayun atau dilempar tangkap karena sangat berbahaya.

  • Mengganti Popok

Mengganti popok bayi merupakan kegiatan yang mungkin sering dilakukan oleh orang tua setiap harinya, tergantung asupan yang diterima. Mengganti popok bayi baru lahir dianggap sulit karena perlu ketelitian dan harus hati hati. Masalah buang air besar, biasanya bayi akan melakukannya setelah satu hari atau dua hari ia dilahirkan. Kotoran yang dikeluarkan oleh bayi baru lahir biasanya berwarna hitam atau disebut dengan mekonium. Mekonium itu sendiri berupa segala sesuatu yang pernah ditelan oleh bayi ketika masih di dalam kandungan.

  • Pemberian Susu

Bayi baru lahir harus sering diberi ASI. Pada umumnya bayi baru lahir diberi ASI sekitar 8 kali lebih dalam setiap harinya. Ketika menyusui bayi, disarankan berada pada posisi yang nyaman atau dengan posisi bergantian. Ketika hendak memberi ASI pada bayi jangan menunggu ia menangis terlebih dahulu. Sebagai orang tua anda harus memiliki inisiatif. Mungkin anda belum terbiasa menyusui bayi. Namun, anda dan bayi anda akan menyesuaikannya seiring dengan berjalannya waktu.

  • Lingkungan Nyaman

Demi kenyamanan bayi anda harus memperhatikan lingkungannya. Lingkungan bayi harus nyaman, jangan terlalu ramai atau berisik, tidak terlalu panas atau tidak terlalu dingin. Anda harus memperhatikan bahwa lingkungan bayi bebas dari serangga atau gigitan nyamuk. Untuk itu, sebelum bayi hadir diharuskan untuk melakukan fooging di rumah. Jangan gunakan obat pembasmi serangga di kamar mandi karena ditakutkan racun akan menempel pada perlengakan bayi.

  • Memandikan Bayi

Bayi baru lahir tidak harus dimandikan setiap hari. Yang mana ia cukup dimandikan sebanyak 2 kali dalam satu minggu. Jika tali pusat bayi belum terlepas, maka dianjurkan untuk hati hati ketika memandikannya. Memandikan bayi dengan cara dilap menggunakan spons atau  bahan lembut lainnya merupakan cara yang tepat. Ketika hendak memilih produk perawatan bayi, seperti baby powder, baby bath, baby lotion dan lain sebagainya, anda harus memilih produk terpercaya dan memang dibuat khusus dan disesuaikan dengan kondisi kulit bayi.

Sebelum memandikan, ada beberapa hal yang harus disiapkan.

  1. Spons atau waslap
  2. Bak mandi
  3. Handuk lembut khusus untuk bayi

 

Bagian Tubuh Bayi yang Harus Diperhatikan dan Dirawat Kebersihannya

Tubuh bayi perlu dilakukan perawatan agar kebersihannya tetap terjaga.  Jika tidak, maka tubuh mungilnya akan rentan terhadap penyakit. Lantas bagian tubuh mana saja  yang perlu di rawat?

  • Tali Pusat

Perawatan tali pusat bayi baru lahir harus dilakukan dengan benar, karena bagian ini mudah terkena infeksi. Berikut ini cara merawat tali pusat bayi:

  1. Anda harus memastikan bahwa tali pusat bayi selalu bersih dan kering guna terhindar dari infeksi.
  2. Jaga kebersihan tali pusat bayi dan hindarkan tali pusat dari air kencing maupun kotorannya.
  3. Lakukan perawatan terhadap tali pusat, cukup dengan menggunakan air matang saja. Biarkan tali pusat tetap terbuka dan selalu perhatikan tanda tanda adanya infeksi.
  • Mata

Ketika berada di dalam kandungan bayi belum pernah menangis. Maka dari itu sumber air matanya belum diproduksi. Terkadang terbuka dan menutup kembali, sehingga air mata akan tergenang dan tidak mengalir. Air mata yang tidak mengalir akan ditumbuhi kuman sehingga akan timbul tahi mata dan akan membahayakan kornea. Oleh karena itu, pemijatan di area sudut mata harus dilakukan. Pijat lembut pada bagian tersebut dengan menggunakan cotton buds atau jari yang tidak berkuku panjang.

  • Kulit

Karena belum tahan dingin, bayi baru lahir minimal dimandikan sekali dalam sehari. Agar kulit bayi tetap lembab, pemakaian baby oil yang tepat bisa dilakukan. Ventilasi ruangan bayi berada harus baik guna mencegah terjadinya biang keringat. Jika pada bayi muncul biang keringat maka cukup mengatasinya dengan menggunakan baby powder yang ditentukan.

  • Kulit Kepala

Bayi baru lahir pada umumnya memiliki cradle crap atau kerak di kulit kepalanya. Jika sudah diberi obat khusus oleh dokter, anda bisa membersihkannya dengan menggunakan air matang dengan lembut. Usahakan kulit kepala bayi tetap kering, karena jika berkeringat keadaannya akan semakin parah.

  • Bokong

Bokong merupakan area pada bayi yang sering mengalami masalah, sebab area ini memiliki kontak langsung dengan popok basah sehingga akan mudah mengalami iritasi. Di area ini biasanya umum terjadi ruam merah. Meskipun tidak semua bayi mengalaminya, tetapi pencegahan perlu dilakukan.

  1. Jika tidak diperlukan, jangan gunakan diapers seharian. Cukup malam saja menjelang tidur.
  2. Hindari mengganti merek diapers.
  3. Dibandingkan diapers akan jauh lebih baik menggunakan popok kain. Jika terpaksa harus menggunakannya, anda bisa melonggarkan bagian paha dan ganti sesering mungkin.
  4. Biarkan sesekali bokong bayi terbuka dan pastikan suhu ruangan selalu hangat agar bayi tidak kedinginan.
  5. Jika bayi anda mengalami lecet atau iritasi yang disebabkan karena popok, segara hubungi dokter anda untuk mengatasinya.
  6. Jika anda menyusui bayi anda dengan ASI, maka penting untuk menghindari makanan yang bercita rasa pedas, asam dan mengandung lemak. Makanan tersebut dapat menyebabkan bayi sering buang air dan akan menyebabkan bokong menjadi lecet. Jika ini terjadi, anda harus mengobatinya dengan obat resep dari dokter.

Penting bagi anda orang tua baru untuk mengetahui detail demi detail dalam merawat bayi agar bayi selalu dalam keadaan sehat. Demikian cara merawat bayi baru lahir. Semoga tips ini bermanfaat.