Home » ASI (Air Susu Ibu) » Cara Menyapih Anak Dari ASI yang Baik dan Benar

Cara Menyapih Anak Dari ASI yang Baik dan Benar

Setelah anak anda menunjukan ciri-ciri siap disapih, anda bisa segera menyapihnya dengan cara menyapih anak dari ASI yang baik dan benar.

Selama 6 bulan pertama dalam masa hidupnya bayi wajib mendapatkan ASI eksklusif. Bahkan di Indonesia sendiri, hak anak untuk mendapatkan ASI dari ibunya dilindungi oleh Undang-undang.
Setelah usia bayi menginjak 6 bulan, ketika itu ia sudah bisa diperkenalkan pada makanan pendamping ASI untuk memenuhi nutrisi dan gizi yang dibutuhkan untuk menunjang tumbuh kembang si kecil.

Meskipun begitu, masa umum bagi ibu untuk menyusui yaitu hingga usia anaknya 2 tahun.
Setelah tiba saatnya untuk disapih, ibu akan mencari cara menyapih anak dari ASI yang terbaik dan tepat, baik untuk ibu maupun untuk anaknya. Menyapih bayi umumnya sangat sulit dan tidak semudah seperti yang dibayangkan selama ini. Menyapih anak dari ASI membutuhkan ketelatenan. Selain itu, anda juga membutuhkan strategi yang tepat.

Cara Menyapih Anak Dari ASI

Sebelum anda memutuskan untuk menyapih anak anda, sebelumnya anda harus mengetahui terlebih dahulu tanda-tanda anak siap disapih seperti berikut ini:

  • Anak sudah bisa duduk dengan posisi kepala tegak dan dalam waktu yang lama.
  • Koordinasi antara tangan, mulut dan matanya sudah bisa bekerja dengan baik sehingga ia akan lebih mudah memasukan makanan ke dalam mulutnya.
  • Menolak ketika disusui.
  • Hanya menolak puting payudara ibunya beberapa kali saja, dan kemudian ia berhenti menyusui.
  • Ketika sedang disusui, si kecil lebih sering memperhatikan keadaan sekitarnya, ingin turun atau lain sebagainya.
  • Lebih tertarik minum dengan menggunakan cangkir.

Meskipun begitu anda jangan salah mengartikan tanda-tanda tersebut. Karena bisa saja tanda-tanda tersebut ditunjukan si kecil karena mengalami penurunan nafsu makan akibat tumbuh gigi.

Cara Menyapih Anak Dari ASI

Cara menyapih anak dari ASI untuk memulainya tergantung pada karakter dan kebutuhan anak dan ibu menyusui. Sebelum memutuskan menyapih anak, penting bagi setiap ibu untuk mengetahui tanda-tanda anak siap disapih seperti di atas. Tips di bawah ini bisa menjadi referensi bagi ibu menyusui ketika menyapih anaknya dari ASI.

Mulai Perlahan-Lahan

Ketika memutuskan untuk menyapih anak, disarankan untuk memulainya dengan perlahan-lahan. Memulai menyapih anak dengan bertahap atau perlahan tidak hanya bermanfaat untuk anak itu sendiri, tetapi bermanfaat juga untuk ibu. Ketika anda mengurangi frekuensi menyusui pada si kecil dengan bertahap, maka ASI yang anda produksi pun akan berkurang secara bertahap. ASI berkurang secara bertahap ini penting sehingga akan mengurangi resiko payudara membengkak.

Mulai Usaha Menyapih di Siang Hari

Memulai menyapih anak akan terasa lebih mudah apabila dilakukan ketika siang hari. Pasalnya, anak menyusu biasanya ketika pagi dan malam hari. Cara menyapih anak dari ASI bisa dimulai ketika siang hari dengan mengurangi frekuensi menyusui, dimana anda bisa menggantinya dengan makanan padat. Akan tetapi, tetap berikan ASI ketika malam harinya.

Tidurkan Bayi Tanpa Disusui

Apabila bayi anda memiliki kebiasaan menyusui sebelum tidur, maka anda bisa mencoba untuk menidurkan si kecil tanpa disusui. Lakukan cara menyapih anak dari ASI ini secara bertahap. Sebagai gantinya, anda bisa menciptakan ritual lainya sebagai pengantar si kecil tidur seperti misalkan mendengarkan musik, membaca dongeng atau lain sebagainya. Usahakan untuk tetap membuat si kecil merasa nyaman.

Jangan Biarkan Bayi Lapar atau Haus

Si kecil akan meminta menyusu atau teringat pada ASI apabila ia dalam keadaan lapar atau haus. Oleh karena itu, untuk mencegah agar ia tidak ingat pada ASI, anda bisa memberikannya minum atau makan sebelum ia merengek minta menyusu.

Berikan Kasih Sayang Lebih

Agar si kecil tidak merasa diabaikan karena sudah tidak disusui, maka anda bisa memberikannya perhatian lebih.

Minta Bantuan Keluarga Lainnya

Jika anda merasa kesulitan ketika hendak menyapih si kecil, maka anda bisa meminta bantuan anggota keluarga yang lainnya seperti ayahnya. Ketika si kecil ingin menyusu, anda bisa meminta ayahnya untuk berinteraksi agar keinginannya menyusu ia lupakan.

Di samping cara menyapih anak dari ASI, sebaiknya tunda waktu menyapih anak apabila ia mengalami keadaan seperti berikut:

  • Apabila si kecil sedang sakit atau ketika ia tumbuh gigi. Dalam keadaan ini cara menyapih anak dari ASI akan menjadi lebih sulit.
  • Anak memiliki resiko alergi apabila ia mengkonsumsi makanan atau minuman lainnya selain ASI.
  • Sebaiknya berikan ASI pada buah hati anda hingga usianya minimal 6 bulan.
  • Apabila terjadi perubahan, seperti misalkan keluarga anda pindah rumah atau bepergian dalam waktu yang lama. Pasalnya, keadaan ini akan membuat anak menjadi stres.

Intinya, hal penting yang harus diperhatikan saat menyapih anak yaitu tetap fokus pada kenyamanan bayi dan anda sendiri. Jangan membandingkan dengan orang lain, karena proses menyapih anak memiliki perbedaan dan tidak semuanya sama. Usahakan untuk menyapih anak dengan sebaik mungkin. Akan tetapi, apabila anak anda tetap tidak mau lepas dari ASI meskipun usianya sudah cukup, untuk mendapatkan cara yang tepat anda bisa berkonsultasi langsung pada ahlinya. Demikian cara menyapih anak dari ASI. Semoga bermanfaat.