Home » ASI (Air Susu Ibu) » Penyebab & Cara Mengatasi Puting Lecet Saat Menyusui

Penyebab & Cara Mengatasi Puting Lecet Saat Menyusui

Salah satu masalah menyusui yang sering dialami oleh ibu yaitu puting lecet. Agar tidak semakin bertambah parah dan proses menyusui kembali lancar, penting untuk mengetahui cara mengatasi puting lecet saat menyusui.

Tidak jarang ibu mengalami masalah saat awal menyusui. Dimana salah satu masalah yang sering dialami oleh ibu menyusui yaitu puting menjadi lecet. Dimana keadaan ini biasanya disebabkan karena kurangnya pengetahuan ibu mengenai cara menyusui yang tepat. Sehingga tidak heran jika masalah ini lebih sering dialami oleh ibu baru.

Ketika puting payudara ibu lecet, tentunya rasa perih dan sakit akan dirasakan oleh ibu. Bahkan beberapa ibu justru memutuskan untuk menunda proses menyusui buah hatinya hingga keadaan putingnya kembali pulih. Bayi membutuhkan ASI untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Menunda proses menyusui bayi tidak disarankan, karena selain membuat bayi kekurangan nutrisi ASI juga akan berpengaruh terhadap produksi ASI.

Mengatasi Puting Lecet Saat Menyusui

Lecet yang terjadi pada bagian tubuh tertentu, termasuk pada puting payudara akan menjadi pintu masuknya bakteri yang memiliki potensi menyebabkan infeksi. Apabila infeksi terjadi maka selain lecet, gejala lain yang akan dialami oleh ibu seperti puting bengkak, terasa sangat nyeri, kulit di area sekitarnya kemerahan, dan ibu mengalami demam. Karena seperti itu, puting lecet saat menyusui harus diatasi dengan segera dengan melakukan perawatan yang tepat. Perawatan yang tepat bisa anda lakukan setelah mengetahui penyebabnya.

Cara Mengatasi Puting Lecet Saat Menyusui

Penyebab Puting Lecet Saat Menyusui

Agar anda dapat menentukan cara mengatasi puting lecet saat menyusui dengan tepat, maka penting untuk mengenali penyebab atau keadaan yang memicu terjadinya puting lecet berikut gejalanya.

  • Infeksi Jamur

Infeksi jamur merupakan salah satu penyebab puting lecet saat menyusui. Dimana infeksi jamur ini disebabkan karena pada mulut bayi terdapat jamur, kemudian saat bayi menyusu jamur tersebut menempel pada puting payudara sang ibu. Akibatnya puting payudara ibu akan terinfeksi oleh jamur tersebut dan akhirnya akan menjadi lecet. Keadaan ini biasanya disertai dengan gejala kemerahan pada puting, puting terasa gatal, permukaan puting mengkilap, serta payudara terasa sakit pada saat menyusui bayi atau sebelumnya.

  • Saluran Susu Tersumbat

Penyumbatan saluran susu ini ditandai dengan terdapatnya lapisan kulit tipis yang muncul di atas permukaan saluran susu. Dimana warna dari lapisan kulit tipis ini biasanya putih atau kuning. Ketika saluran ASI tersumbat, maka susu akan menjadi sulit keluar, sehingga bayi akan menghisap susu lebih kuat dan akhirnya puting akan menjadi lecet.

  • Tali Lidah

Tali lidah merupakan bagian yang menghubungkan dasar mulut dengan bawah lidah. Apabila bagian ini terlalu pendek atau meregang saat bayi menyusu, maka akan menimbulkan masalah. Akibatnya puting payudara ibu akan menjadi lecet.

  • Kesalahan Menyusu

Puting lecet bisa juga disebabkan karena posisi menyusui yang salah saat bayi menyusu atau bisa juga karena penggunaan pompa ASI yang salah. Gesekan saat menyusui karena posisi menyusui yang salah serta memompa ASI yang tidak tepat akan membuat puting melepuh. Keadaan ini ditandai dengan timbulnya rasa sakit saat menyusui bayi, keluar cairan darah, bening atau kuning.

Selain penyebab di atas, puting lecet disebabkan karena pisisi mulut bayi yang tidak tepat saat menyusu. Dimana saat menyusu puting dan bagian sekitar payudara tidak masuk seluruhnya dalam mulut bayi.

  • Eksim

Puting lecet yang diiringi dengan darah bisa disebabkan karena kulit ibu kering atau eksim. Eksim merupakan masalah kulit yang terlihat bersisik, terdapat bercak merah dan akan menyebabkan gatal serta sakit.

Cara Mengatasi Puting Lecet

  • Ketika anda menyadari bahwa puting payudara lecet, pada hari pertama anda dapat mengistirahatkan sementara payudara selama 12 sampai 24 jam untuk memungkinkan proses penyembuhan.
  • Anda dapat menyusui bayi anda dengan payudara yang satunya atau payudara yang tidak lecet. Apabila anda merasa tidak nyaman karena ASI terlalu penuh pada payudara puting lecet, untuk mengatasinya anda dapat melakukan pemerahan atau pemijatan. Anda tetap harus memastikan bayi mendapatkan cukup ASI.
  • Secara bertahap anda dapat menyusui bayi anda dengan payudara puting sehat, kemudian dilanjutkan menyusui dengan payudara puting lecet dengan bertahap dan dalam waktu yang singkat. Biasanya bayi akan lebih santai ketika menyusui yang kedua kalinya karena bayi sudah tidak terlalu merasa lapar.
  • Ketika bayi menyusu anda harus memperhatikan perlekatan antara mulut dan payudara. Posisi mulut bayi seharusnya meliputi areola ketika menyusu. Hindari bayi menyusu pada bagian ujung puting saja.
  • Apabila menyusui bayi sudah selesai, anda dapat membersihkan puting dengan menggunakan air hangat secara lembut dan hati-hati. Anda dapat memanfaatkan kasa lembut sebagai medianya.
  • Hindari menyentuh puting payudara yang lecet secara langsung, terlebih lagi apabila tangan anda dalam keadaan kotor karena ditakutkan bakteri yang terdapat pada tangan menyebabkan infeksi.
  • Jika anda memutuskan untuk menggunakan salep atau obat penghilang rasa sakit, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Jika keadaan puting lecet tidak kunjung membaik atau bahkan semakin bertambah parah yang diiringi dengan gejala demam, pembengkakan, puting merah dan meradang, bernanah dan tanda lainnya, sebaiknya segera periksa keadaan ini pada dokter.