Home » ASI (Air Susu Ibu) » Cara Mengatasi Hiperlaktasi (ASI Berlebih)

Cara Mengatasi Hiperlaktasi (ASI Berlebih)

Setiap ibu akan khawatir jika buah hatinya tidak mendapatkan gizi yang cukup karena produksi ASI yang sedikit. Akan tetapi, di samping itu justru beberapa ibu mengalami masalah hiperlaktasi atau produksi ASI berlimpah. Ketika hiperlaktasi terjadi ibu akan sulit mengontrol aliran susunya sehingga si kecil kerap kali tersedak.Dibutuhkan cara mengatasi hiperlaktasi agar proses menyusui tetap berjalan lancar.

Khawatir dan panik sering dirasakan oleh setiap ibu, terutama bagi ibu baru yang baru melahirkan anak pertamanya. Selain bingung dalam masalah merawat bayi karena kurangnya pengalaman, biasanya ibu juga sering bingung ketika menyusui bayinya. Menyusui bayi terlihat mudah dilakukan. Namun, beberapa masalah seputar menyusui kerap kali datang dan tidak mudah diselesaikan.

Setiap ibu tentunya ingin produksi ASI-nya lancar dan pasokan ASI untuk buah hatinya, baik secara kualitas maupun kuantitasnya memenuhi kebutuhan bayinya. Akan tetapi, tidak sedikit ibu yang mengalami produksi ASI berlebih atau hiperlaktasi.

Cara Mengatasi Hiperlaktasi

Hiperlaktasi atau keadaan dimana ASI berlebih merupakan keadaan dimana tubuh ibu memproduksi ASI dalam jumlah yang lebih banyak dari yang dibutuhkan oleh bayinya. ASI yang keluar kemungkinan besar sangat deras dan cepat sehingga akibatnya bayi akan kewalahan ketika menghisap payudara ibunya. Hiperlaktasi itu sendiri ditandai dengan ASI yang keluar deras meskipun tidak dirangsang, baik itu dihisap oleh bayi maupun dipompa.

Cara Mengatasi Hiperlaktasi

Sebelum mengetahui cara mengatasi hiperlaktasi, setiap ibu harus tahu apa saja penyebab yang mengakibatkan produksi ASI berlebih. Berikut ini beberapa penyebab hiperlaktasi pada ibu menyusui.

Penyebab Hiperlaktasi

  • Kelenjar Produksi ASI yang Berlebih

Jika ibu mengalami produksi ASI berlebih dalam waktu lebih dari 6 minggu kelahiran si kecil, maka salah satu penyebabnya yaitu berhubungan dengan alveoli. Alveoli merupakan kelanjar produksi ASI, dimana kelenjar tersebut berlebih. Umumnya rata-rata jumlah alveoli taitu 100.000 sampai 300.000. Sedangkan jika ibu mengalami hiperlaktasi maka rata-ratanya menjadi lebih tinggi.

  • Hormon yang Tidak Seimbang

Ketidakseimbangan hormon atau adanya masalah tumor pada kelenjar pituitari juga bisa menjadi penyebab hiperlaktasi atau produksi ASI berlebih. Kelenjar pituitari terletak di bawah otak dan menghasilkan banyak hormon.

  • Antusiasme Ibu

Jika hiperlaktasi dialami pada minggu pertama setelah kelahiran buah hati, maka kemungkinan penyebab hiperlaktasi yaitu karena antusisme dari tubuh ibu untuk memproduksi dan menghasilkan ASI dalam jumlah yang banyak. Akan tetapi, dalam waktu 6 sampai 10 minggu tubuh ibu akan mulai menyesuaikan memproduksi ASI berdasarkan kebutuhan bayi.

Mengatasi Hiperlaktasi

  • Buat Persediaan Air Susu Perah

Mengatasi hiperlaktasi bisa anda lakukan dengan memompa ASI dengan menggunakan alat khusus untuk memompa ASI, sehingga keluarnya ASI bisa diantisipasi. Sebelum menyusui anda bisa memompa terlebih dahulu payudara dengan kecepatan rendah. Anda bisa menyimpan air susu yang diperah tersebut dengan baik dan benar sehingga bisa diberikan ketika anda tidak bisa memberikan air susu langsung. Apabila kecepatan aliran ASI sudah berkurang, anda bisa langsung menyusui si kecil. Cara ini akan mengurangi si kecil tersedak ASI.

  • Susui Bayi Sebelum Lapar

Anda bisa menyusui atau memberikan ASI pada si kecil sebelum ia lapar atau bukan pada waktu biasanya ia menyusu. Ketika bayi lapar maka ia akan menghisap payudara dengan kuat dan cepat sehingga hisapan si kecil akan menstimulasi produksi ASI semakin cepat. Apabila hisapan yang dilakukan si kecil pelan dan lembut maka ASI yang keluar akan lebih pelan dan tidak akan tumpah begitu saja.

  • Posisi Menyusui yang Benar

Posisi menyusui yang baik merupakan salah satu cara mengatasi hiperlaktasi. Susui si kecil dengan posisi bayi duduk menghadap anda. Sedangkan anda duduk bersandar sedikit miring ke arah belakang. Gravitasi akan memperlambat aliran ASI. Selain itu, anda bisa susui si kecil dengan posisi berbaring miring. Kemudian, letakan handuk atau kain lainnya di bawah payudara guna menampung ASI yang menetes.

Apabila si kecil menyusu dengan hisapan yang cepat, sebaiknya hentikan. Anda bisa melanjutkan menyusui si kecil setelah ia bersendawa terlebih dahulu.

  • Pompa ASI Pada Kedua Payudara Sampai Habis

Agar produksi ASI yang berlebihan bisa dikurangi, anda bisa memompa ASI pada kedua payudara sampai habis. ASI bisa disimpan sebagai stock ASI apabila nanti dibutuhkan. Setelah dipompa, menyusui si kecil cukup sebanyak 2 sampai 4 kali dengan menggunakan satu payudara. Sedangkan payudara lainnya khusus dipompa, tetapi hindari memompanya sampai habis. Cara mengatasi hiperlaktasi seperti ini sudah dibuktikan dan bisa mengurangi ASI yang keluar berlebihan. Produksi ASI akan berhasil dikurangi dengan cara ini dalam waktu 24 sampai 48 jam.

Mengatasi produksi ASI memerlukan waktu. Di samping itu untuk mencegah pakaian kotor karena tetesan ASI pada baju, anda bisa menggunakan breast pads dan gunakan atasan bermotif agar tetesan ASI yang mengenai baju tidak terlihat.

Akan tetapi, apabila tidak ada cara satu pun yang bisa anda lakukan untuk mengatasi hiperlaktasi, sebaiknya segeralah konsultasi pada konsultan laktasi atau dokter. Terlebih lagi jika kelebihan produksi ASI tersebut sampai menghambat proses menyusui si kecil. Namun, karena takut bayi tersedak karena aliran ASI yang deras, jangan sampai anda berhenti menyusui si kecil. Tetap susui si kecil karena kebutuhan utamanya adalah ASI, terlebih lagi jika usianya belum 6 bulan.