Home » Penyakit Bayi » Cara Mengatasi Galaktosemia Pada Bayi

Cara Mengatasi Galaktosemia Pada Bayi

Galaktosemia merupakan keadaan dimana kadar galaktosa yang terdapat di dalam darah tinggi. Galaktosa itu sendiri merupakan gula yang terdapat pada laktosa. Penting untuk mengetahui gejala dan cara mengatasi galaktosemia pada bayi.

Setiap orang tua ingin bayinya tumbuh sehat dan tidak ada kendala yang menghambat tumbuh kembangnya. Akan tetapi keinginan terkadang hanya menjadi sebuah harapan semata, karena faktanya tidak sedikit bayi mengalami masalah kesehatan dan membuat orang tua merasa khawatir.

Kesehatan bayi merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan dan dicermati oleh orang tua. Bayi umumnya rentan mengalami masalah kesehatan. Dimana salah satu masalah kesehatan yang sering ditemukan pada bayi yaitu galaktosemia. Lantas apa itu galaktosemia?

Mengatasi galaktosemia pada bayi

Bagi anda yang baru mendengar istilah ini mungkin saja merasa bingung dan tidak paham akan keadaan yang sering menimpa bayi ini. Dimana galaktosemia itu sendiri merupakan sebuah masalah kesehatan atau kelainan yang terjadi pada bayi, dimana penyebabnya yaitu karena kadar galaktosa di dalam darah tinggi yang menyebabkan bayi kekurangan enzim galaktose. Masalah kesehatan ini mungkin terdengar simple, sehingga tidak heran jika muncul banyak pertanyaan mengenai bahaya dari kelainan galaktosemia pada bayi.

Galaktosemia yang dialami oleh bayi merupakan kelainan yang memiliki hubungan dengan asupan nutrisi yang diperlukan oleh bayi. Ketika bayi menunjukan gejala galaktosemia dan divonis mengidap kelainan ini, maka penting bagi anda untuk memperhatikan asupan nutrisi pada bayi. Asupan yang salah pada bayi yang menderita kelainan galaktosemia akan memicu timbulnya kekurangan energi pada bayi, gangguan hati dan penurunan berat badan. Meskipun pertumbuhan anak terlihat normal, tetapi penanganan yang tidak tepat justru akan menyebabkan keterbelakangan mental.

Penyebab Galaktosemia Pada Bayi

Kelainan galaktosemia pada bayi itu sendiri disebabkan karena adanya mutasi gen yang terjadi pada saat janin berada di dalam kandungan. Kemungkinan terjadinya galaktosemia sebenarnya yaitu 1:60.000. Meskipun begitu penting bagi anda sebagai orang tua untuk waspada serta tetap menjaga asupan atau konsumsi makanan selama kehamilan. Menghindari obat tanpa adanya resep dari dokter sangat disarankan. Pasalnya substansi kimia yang terdapat pada obat akan memberikan dampak buruk untuk kehamilan.

Gejala Galaktosemia Pada Bayi

Bayi yang mengalami galaktosemia biasanya akan menunjukan beberapa gejala. Akan tetapi gejala yang ditunjukan antara bayi yang satu dengan bayi yang lainnya memiliki perbedaan. Pada beberapa kasus bayi yang mengalami galaktosemia biasanya akan kejang-kejang, enggan menyusu, nafsu makan berkurang, terlihat lemas dan berat badan berkurang.

Ketika bayi anda menunjukan gejala seperti itu, penting bagi anda untuk membawa bayi segera ke dokter untuk tindak lanjut dari gejala yang ditunjukan. Meskipun begitu, gejala seperti itu bisa saja ditunjukan oleh bayi yangg tidak menderita galaktosemia.

Fungsi sel darah putih akan mengalami gangguan, sehingga bisa jadi menyebabkan infeksi yang serius. Gejala yang muncul bisa saja disebabkan karena infeksi darah yang berat yang disebabkan oleh bakteri E.coli.

Metabolit yang terkumpul dapat menyebabkan masalah atau gangguan pada ginjal dan hati, juga dapat merusak lensa mata yang dapat menyebabkan katarak. Apabila terapi lambat dilakukan maka anak akan mengalami gangguan dalam pertumbuhannya, mengalami gangguan intelektual dan lain sebagainya.
Ketika dokter menyatakan bahwa bayi anda mengalami galaktosemia, maka hal yang harus anda lakukan yaitu melakukan penanganan atau perawatan yang tepat. Berikut ini beberapa cara mengatasi galaktosemia pada bayi.

Cara Mengatasi Galaktosemia Pada Bayi

Hindari makanan yang mengandung laktosa

Sebagai cara mengatasi galaktosemia pada bayi, menghindari makanan bayi yang mengandung laktosa penting dilakukan. Hindari jenis susu yang mengandung laktosa, kasein, kaseinat, laktalbumin dan lain sebagainya. Selain itu, menghindari beberapa buah dan sayur, produk olahan susu dan hasil laut harus dilakukan. Anda bisa memberikan susu formula yang bebas laktosa atau susu khusus pada si kecil.

Memberikan tambahan kalsium

Agar pertumbuhan dan perkembangan bayi anda tidak terganggu, maka anda bisa memberikan tambahan kalsium. Dalam menentukan suplemen kalsium yang tepat untuk bayi anda, maka anda bisa berkonsultasi dengan dokter.

Pantau kesehatan anak

Penting untuk selalu memantau kesehatan anak. Anda bisa memeriksakan kondisi kesehatan anak anda secara teratur pada ahli medis.

Memberitahu anggota keluarga lainnya bisa anda lakukan sehingga dapat membantu dalam mencegah terjadinya komplikasi pada tubuh si kecil.

Cara Mencegah Galaktosemia Pada Bayi

Apabila galaktosemia sudah terdeteksi sejak bayi dilahirkan dan segera diatasi, maka gangguan ginjal dan hati tidak akan terjadi. Selain itu, perkembangan mental anak akan normal. Akan tetapi meskipun anak sudah mendapatkan terapi, anak yang mengalami galaktosemia bisa saja memiliki IQ yang lebih rendah dibandingkan dengan saudara kandung yang normal. Selain itu, mereka juga sering memiliki masalah dalam bicara. Pada anak perempuan, masalah kesehatan ini seringkali menyebabkan gangguan fungsi ovarium.

Pada bayi yang mengalami galaktosemia, peluang untuk tumbuh normal cukup besar. Terlebih lagi jika penanganan dilakukan dengan cepat sebelum usia bayi 10 hari. Namun sayangnya, orang tua akan menyadari keadaan ini ketika anaknya mulai tumbuh dan menyebabkan gangguan keterlambatan dalam berbicara. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk selalu mewaspadai keadaan dan gejala yang dialami oleh buah hatinya.