Cara Membedong Bayi yang Benar

Posted on

Cara Membedong Bayi yang Benar – Kain atau selimut untuk membedong bayi masih merupakan salah satu perlengkapan yang hingga sampai saat ini masih dipersiapkan oleh para ibu. Meskipun memberikan manfaat, kegiatan yang satu ini perlu diperhatikan dengan baik agar si buah hati terhindar dari resiko yang negatif.

Masyarakat Asia dan termasuk Indonesia umumnya masih mempercayai tradisi membungkus bayi baru lahir dengan menggunakan kain. Selain itu, mereka akan cenderung memakaikan kain ini agar kaki si bayi baru lahir dapat tetap lurus. Kegiatan inilah yang dinamakan dengan cara membedong bayi.

Pada bayi yang dibedong dengan memperhatikan metode atau cara membedong bayi yang benar maka manfaat yang baik bisa dirasakan oleh si buah hati. Akan tetapi, jika cara membedong bayi dilakukan dengan kesalahan, maka hal ini pun akan dapat berdampak berbahaya untuk bayi baru lahir. Sehingga demikian, penting sekali untuk pada bunda mengetahui bagaimana cara membedong bayi yang baik dan benar.

Menggali informasi seputar cara membedong bayi yang benar akan menjadi hal yang penting untuk dipelajari. Jangan pernah sungkan bertanya atau meminta bantuan oranglain pada saat anda belum merasa cukup percaya diri ketika membedong bayi. Ada baiknya, mintalah orangtua anda atau kakak perempuan anda yang sudah berpengalaman untuk mengajarkan anda bagaiama cara membedong bayi.

Cara Membedong Bayi yang Benar

Cara membedong bayi yang salah akan mungkin menimbulkan bahaya untuk si buah hati. Sebagaimana kita ketahui, tulang dan struktur tubuh pada bayi masih begitu rapuh. Sehingga hal ini menuntut orang dewasa yang merawat bayi baru lahir untuk tidak melakukan kesalahan. Hal ini tentu menjadi tanggung jawab penuh terutama untuk anda ibunya. Jadi demikian, sebelum anda paham betul bagaimana cara membedong bayi yang benar. Sebaiknya berlatihlah dengan benar hingga anda merasa benar-benar bisa melakukannya.

Cara Membedong Bayi Umumnya Diajarkan Sejak Dini

Kegiatan membungkus bayi dengan menggunakan kain atau selimut umumnya akan diajarkan sejak anda masih di rumah bersalin. Balutan kain disekeliling tubuh bayi, seakan-akan menyerupai rahim ibunya. Hal inilah yang dipercaya akan membuat bayi jauh merasa lebih tenang dan dapat membantu bayi tidur lebih nyenyak. Selain itu, bedong bayi yang dilakukan dengan benar akan dapat membantu menenangkan bayi yang tengah rewel akibat kolik (bayi sehat yang menangis secara berlebihan).

Untuk itulah, umumnya bidan atau suster akan memperlihatkan anda bagaimana cara membedong bayi yang benar dan baik. Disini, anda bisa memperhatikan dengan seksama dan meminta mencoba giliran pada saat bidan masih mengawasi anda. Dengan begini, pada saat anda melakukan kesalahan maka bidan akan dapat mengoreksi anda selama anda masih diawasi.

Penting sekali mempelajari cara membedong bayi yang benar sebab kegaitan mengurus dan merawat bayi tidak akan selamanya dilakukan oleh orang lain. Adakalanya segala sesuatu hal ini perlu dilakukan seorang diri agar anda bisa lebih mandiri.

Yang terpenting dalam hal membedong bayi anda adalah hindari melilitkan selimut atau kain dengan terlalu kencang. Berikan ruangan yang memungkinkan si buah hati anda dapat menggerakan kakinya dengan baik. Hal ini menjadi faktor penting untuk terus diperhatikan sebab terlalu kencang ikatan bedong akan dapat berpengaruh terhadap perkembangan bayi.

Nah, untuk anda yang penasaran ingin mengetahui cara membedong bayi yang benar. Maka mari kita simak beberapa penjelasan dan langkah demi langkasi dibawah ini

Cara Membedong Bayi yang Benar

  1. Untuk yang pertama anda bisa melakukan langkah kali ini dengan menempatkan kain atau selimut untuk bedong di permukaan yang rata dengan sudut kain bagian atas.
  2. Setelah itu, silahkan lanjutkan dengan melipat bagian ujung tas dari bedong sedikit saja sehingga kain terbentuk dengan bentuk segitiga.
  3. Gendong bayi anda dengan perlahan dan tempatkan diatas kain bedong yang sudah anda bentuk dengan benar. Tempatkan bayi anda tepat dibagian tengah kain bedong.
  4. Selanjutnya, pastikan bagian atas lipatan kain bedong berada dibagian bahu si buah hati.
  5. Luruskan tangan kiri bawah bayi dan rapatkan dengan tubuhnya. Setelah itu, tarik bagian sisi kainnya hingga menutupi bagian tangan kiri dan dadanya dengan merata.
  6. Sementara itu, kain sisanya bisa anda selipkan pada bagian bawah ketiak kiri si buah hati lalu ke bebagian punggungnya.
  7. Lanjutkan dengan melipat kain bedong bayi kebagian bawah ke arah pundak si kecil. Pada saat ini, jangan melipatnya telalu ketat, biarkan terdapat sedikit ruang untuk kaki bayi bisa bergerak.
  8. Sementara menggendong bayi dengan perlahan bayi agar posisinya tidak berpindah. Maka silahkan ambil ujung kain bedong sebelah kanan hingga menutupi tubuhnya. Kemudian lipat sisa kain bedong ke baian punggung si buah hati.

Hal yang Penting Diperhatikan

Bedong bayi akan memungkinkan si buah hati tidur dengan waktu yang lebih lama dan tidak mudah terbangun. Hal ini dikarenakan umumnya bedong akan memberikan sensasi menenangkan seperti dalam rahim. Yang membuat bayi merasa tenang dan nyaman.

Akan tetapi, disisi lain, hal ini pun akan dapat menimbulkan resiko yang cukup berbahaya. Seorang ahli menyatakan bahwa kegiatan membedong bayi akan mungkin membuat si kecil kesulitan untuk terbangun. Hal inilah yang aka menjuruskan bayi pada sindrom kematian mendadak.

Untuk itulah, penting sekali memperhatikan beberapa hal pada saat anda membedong si buah hati. Beberapa hal tersebut diantaranya adalah:

Perhatikan Posisi Tidur Bayi

Bila bayi anda masih tertidur dengan menggunakan bedong, maka penting sekali untuk memperhatikan posisi tidurnya. Jangan posisikan si bayi dengan keadaan tengkurap. Sebab hal ini akan membuat si kecil kesulitan bernafas. Sebaliknya, posisikanlah dengan posisi telentang. Dengan begini maka si bayi akan dapat terhindar dari resiko kematian mendadak yang lebih sering terjadi ketika bayi tidur dalam posisi tengkurap.

Perhatikan Penggunaan Kain Bedong

Pada saat membedong bayi, penting sekali untuk ibu selalu memperhatikan jenis kain atau selimut yang digunakan. Pilihlah jenis kain yang nyaman dan aman. Hindari membedong bayi denga menggunakan kain yang akan membuat bayi merasa kepanasan. Untuk itu, penting sekali untuk ibu dapat memeriksa suhu tubuhnya setiap beberapa jam.

Hindari Menutupi Wajah Si Kecil

Ada beberapa jenis cara membedong bayi, salah satunya adalah jenis yang menutupi wajah bayi. Akan tetapi cara membedong bayi yang satu ini bukanlah cara yang baik. Sebab hal ini akan mungkin membuat bayi merasa tidak nyaman. Selain itu, cara membedong bayi yang satu inipun akan lebih beresiko menutupi saluran pernapasan atas bayi.

Demikianlah beberapa cara membedong bayi yang aman dan benar. Dengan mengetahui tekhnik yang tepat sewaktu membedong bayi maka manfaat atau kebaikan dari membedong akan dapat dirasakan oleh bayi anda dengan lebih baik. Semoga cara diatas memberikan solusi dan informasi yang anda perlukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *