Home » Perawatan Bayi » Cara Melatih Bayi Duduk dengan Aman

Cara Melatih Bayi Duduk dengan Aman

Cara melatih bayi duduk bisa anda lakukan setelah melihat tanda-tanda bahwa bayi siap duduk. Latih bayi duduk secara bertahap hingga akhirnya ia bisa duduk sempurna.

Setelah bayi bisa tengkurap sendiri dan bisa kembali membalikan badannya dengan lancar, tahap perkembangan bayi selanjutnya yaitu bayi belajar duduk. Sama seperti halnya ketika belajar tengkurap, agar bayi bisa duduk ia sebelumnya harus belajar sedikit demi sedikit. Proses belajar duduk memerlukan waktu dan biasanya bisa dilakukan ketika si kecil berusia 6 bulan.

Pertama kali belajar duduk, umumnya bayi masih belum bisa menyeimbangkan tubuhnya dengan baik, dimana tubuhnya masih bergoyang. Selain itu, bayi juga belum mampu duduk terlalu lama. Ketika tubuhnya lelah ia akan menggulingkan atau menjatuhkan badannya dengan tiba-tiba. Oleh karena itu, ketika si kecil belajar duduk, orang tua harus tetap mendampinginya.Ketika melatih bayi duduk sebaiknya hindari memkasanya apabila ia sudah tidak mau melakukannya atau tubuhnya terlihat lelah.

Cara Melatih Bayi Duduk

Cara Melatih Bayi Duduk

Kapan Bayi Siap Duduk

Usia bayi bisa duduk tidak sama antara bayi yang satu dengan bayi yang lainnya, atau bisa dikatakan bervariasi. Umumnya bayi bisa duduk dengan bantuan ketika ia berusia 3 sampai 5 bulan. Ketika usianya 6 bulan si kecil mungkin sudah mampu mengembangkan otot lehernya, otot punggung dan tubuh bagian agar ia bisa duduk sendiri tanpa bantuan atau dukungan.

Akan tetapi, untuk beberapa bayi kemampuannya agar bisa duduk sendiri tanpa adanya bantuan apapun kemungkinan bisa sampai 9 bulan. Apalagi jika si kecil menghabiskan banyak waktunya degan berbaring di tempat tidur tanpa dilatih untuk duduk. Saat usianya 7 bulan, kemungkinan bayi mampu masuk ke posisi duduk sendiri, dimana ia mendorong naik perutnya. Akan tetapi, sebagian besar bayi akan duduk dengan ditarik oleh orang tuanya hingga usianya 11 bulan.

Tanda Bayi Siap Duduk

Sebelum anda memutuskan untuk melatih bayi belajar duduk, anda harus tahu terlebih dahulu kesiapan si kecil. Berikut ini beberapa tanda bahwa si kecil siap duduk.

Bayi sudah mampu mengangkat dan menggerakan tangannya. Kemampuan bayi seperti ini biasanya akan ia tunjukan ketika usianya 3 sampai 4 bulan. Kemampuan seperti ini menunjukan bahwa perkembangan leher dan tulang belakang si kecil sudah sempurna. Anda bisa melatih leher bayi dengan kegiatan tummy time, yakni kegiatan yang memanfaatkan perut sebagai tumpuannya. Ketika itu anda bisa memperhatikan bagaimana usaha si kecil dalam mengangkat kepalanya dari posisi tubuh yang telentang. Selain itu, kegiatan tummy time juga bermanfaat untuk memperkuat otot bahu, otot kepala dan otot punggung.

Bayi sudah bisa memegang benda tertentu. Benda tersebut tidak hanya dipegangnya melainkan digerak-gerakannya. Kemampuan seperti ini merupakan tanda bahwa perkembangan motoriknya berjalan sempurna. Perkembangan motorik tangan pada bayi sangat penting. Dengan kedua tangannya bayi bisa menopang tubuhnya sendiri. Untuk melatihnya anda bisa memposisikan si kecil berbaring. Berikan mainan pada si kecil untuk melatih tangannya. Biarkan mainan yang dipegangnya digerakan sesuka hati si kecil. Selain itu, anda juga bisa melatih si kecil untuk meraih benda yang posisinya lebih jauh dari posisi bayi anda berada.

Bayi sudah mampu membalikan tubuh. Ketika bayi sudah mampu membalikan tubuhnya atau dari posisi awal telentang ke posisi tengkurap dan sebaliknya berarti itu tandanya bayi sudah siap duduk. Anda bisa melatih bayi anda dengan merangsang agar ia bisa memutar tubuhnya dengan stimulasi yang menyenangkan. Anda bisa memanfaatkan mainan bayi kesukaannya atau suara yang menarik perhatiannya. Biarkan si kecil melenturkan pinggang dan pinggulnya. Ketika berada pada posisi telentang, si kecil harus mampu menekuk kedua kakinya bersamaan, serta mampu memegang pergelangan maupun telapak kakinya.

Apabila anda sudah merasa bahwa bayi anda sudah siap duduk, anda bisa mulai untuk melatihnya duduk dnegan cara melatih bayi duduk di bawah ini.

Melatih Bayi Duduk

  • Latih Keseimbangan Tubuh

Cara melatih bayi duduk pertama kali yaitu melatih keseimbangan tubuhnya. Keseimbangan sangat diperlukan agar si kecil mampu duduk dengan posisi sempurna. Untuk melatih keseimbangan tubuh si kecil anda bisa mengawalinya dengan memposisikan badan si kecil berbaring. Kemudian, tarik dengan hati hati dan perlahan kedua tangannya, sampai pada akhirnya ia berada pada posisi duduk. Selain itu, penting untuk membiasakan bayi duduk di pangkuan anda. Penting untuk menopang punggung si kecil karena masih belum kuat. Ketika dalam posisi itu, biarkan si kecil merasakan keseimbangan.
Cara lain yang bisa anda lakukan yaitu dengan mendudukan bayi anda di pojok sofa selama beberapa detik. Namun ingat, anda harus tetap menjaga dan berada di dekatnya.

  • Pelajari Fungsi Tangannya

Setelah bayi anda mulai terbiasa, anda bisa mendudukan bayi tanpa dukungan apapun. Anda bisa mengarahkan tangannya untuk condong ke arah depan dengan tujuan untuk membantu dalam menopang tubuhnya menggunakan salah satu atau kedua tangannya. Tetap awasi bayi anda agar ia tidak terjatuh atau terguling. Jika perlu, anda bisa mengelilingi si kecil dengan bantal.

  • Rangsang dengan Menggunakan Kedua Tangannya

Anda bisa merangsang si kecil dengan kedua tangannya saat ia duduk agar ia mampu belajar duduk dengan sempurna. Setiap orang tua tentunya ingin melihat perkembangan buah hatinya dengan cepat. Akan tetapi, sebaiknya hilangkan ambisi tersebut. Tetaplah bersabar dan latihlah si kecil agar mampu duduk sempurna. Ketika pertama kali mungkin bayi anda hanya akan merespon stimulasi yang anda berikan dengan menggunakan satu tangannya. Anda bisa melatih terus bayi anda hingga ia mampu duduk sempurna tanpa bantuan kedua tangan.

  • Perbaiki Posisi Duduk

Apabila bayi anda sudah mampu duduk tanpa bantuan tangan atau lainnya, cara melatih bayi duduk selanjutnya yaitu memperbaiki posisi duduknya. Latih si kecil agar ia bisa duduk dengan posisi punggung dan kepala tegak. Selain itu, anda juga harus melatih kedua tangannya untuk bergerak bebas.
Umumnya bayi akan bisa mengangkat dan menahan kepalanya ketika ia berusia 3 atau 4 bulan. Apabila ia belum mampu mengangkat kepalaya saat usianya sudah 6 bulan atau lebih, sebaiknya segera periksa keadaannya ke dokter karena kemungkinan perkembangannya terhambat karena ia mengalami gangguan pada otot rangkanya.

Semakin si kecil dilatih duduk maka ia akan mampu duduk dengan tegak dan sempurna meskipun masih memerlukan sedikit bantuan, semakin lama ia akan senang dan menikmati posisi tersebut sehingga ia akan selalu berusaha untuk melakukannya dan pada akhirnya ia bisa duduk sendiri, tanpa bantuan.

Hal yang Harus Diwaspadai

Bayi belum bisa menjaga keseimbangan badannya pada usia yang seharusnya disebabkan karena beragam hal. Akan tetapi perlu perhatian khusus apabila terdapat gangguan pada pengatur keseimbangan telinga. Anda bisa memeriksa atau memastikan keadaannya pada dokter.
Apabila orang tua memiliki riwayat kesehatan yang ada hubungannya dengan Distrofi Otot atau Sindrom Marfan, memeriksa keadaan dan kesehatan bayi secara teratur harus dilakukan segera mungkin untuk mendeteksi adanya gejala yang ditimbulkan karena kelainan pada jaringan ikat atau otot rangka.