Home » Perawatan Bayi » Cara Berkomunikasi Dengan Bayi

Cara Berkomunikasi Dengan Bayi

Cara berkomunikasi dengan bayi bisa anda lakukan sejak dini untuk merangsang atau mengoptimalkan kemampuannya dalam berbicara.

Banyak orang menganggap berkomunikasi dengan bayi adalah hal yang tidak penting dan tidak perlu dilakukan karena bayi belum mengerti dengan kata-kata yang diucapkan oleh orang-orang yang berada di sekitarnya. Akan tetapi, pernyataan tersebut nyatanya perlu diluruskan. Mengapa tidak, fakta dari mengajak bayi berkomunikasi justru memiliki manfaat yang positif untuk perkembangannya. Berdasarkan penelitian menyatakan bahwa bayi yang sering diajak berkomunikasi akan memiliki tingkat kecerdasan yang baik.

Perkembangan yang ditunjukan bayi tentunya akan membuat anda bahagia. Oleh karena itu, guna mengoptimalkan perkembangannya penting melakukan stimulasi pada bayi.

Cara Berkomunikasi dengan Bayi

Setahun usia bayi setelah ia dilahirkan, tentunya akan banyak hal-hal baru yang ia pelajari dan tunjukan, dimana salah satunya yaitu berbicara atau berkomunikasi. Cara bayi berkomunikasi biasanya dengan tertawa, tersenyum bahkan pada usia tersebut ia sudah mampu mengucapkan kata “mama”. Cara ia berkomunikasi dengan anda tentunya harus anda sambut dengan baik.

Melalui cara berkomunikasi bayi seperti itu tentunya bayi berharap orang tuanya menjawab baik dengan senyuman, nyanyian atau membacakan cerita. Berkomunikasi dengan bayi merupakan fase penting yang tidak boleh anda lupakan sejak masa awal kelahirannya.

Sebaiknya anda perhatikan terhadap perkembangan bayi dalam kemampuannya berbicara serta bahasanya. Pasalnya, hal tersebut memiliki hubungan dengan banyak hal, seperti perkembangan kemampuannya dalam hubungan sosial, membaca, menulis dan lain sebagainya. Berikut ini beberapa cara berkomunikasi dengan bayi yang dapat anda lakukan.

Cara Berkomunikasi Dengan Bayi

Ketika Bayi Tersenyum dan Memperhatikan Orang Tua

Sebelum bayi memiliki kemampuan berbicara, jauh dari itu sebenarnya ia sudah memahami apa yang dikatakan oleh orang tuanya secara umum. Selain itu, bayi juga akan menyerap pemahaman terhadap nada bicara. Sehingga dengan begitu ia akan tahu kapan orang tuanya marah dan bahagia.
Mengetahui seperti itu penting bagi anda untuk mendukung kemampuan komunikasinya sejak dini, dimana salah satunya yaitu dengan memperhatikan ia secara penuh. Berikut ini strategi yang bisa anda lakukan:

  • Tertawa merupakan salah satu cara bayi berkomunikasi. Oleh karena itu, ketika bayi anda tertawa usahakan untuk menatap wajahnya dengan penuh antusias. Hindari menoleh atau memalingkan muka, berbicara dengan orang lain atau menginterupsi. Agar si kecil merasa diperhatikan, tidak ada salahnya jika anda pun ikut berbicara dengannya.
  • Berikan perhatian pada bayi anda ketika ia berbicara, meskipun anda sedang sibuk sekalipun.
  • Dengarkan celotehannya dengan penuh rasa bangga dan kasih sayang, anda bisa menanggapi apa yang ia ucapkan meskipun nyatanya anda tidak mengerti akan apa yang ia ucapkan. Cara yang anda lakukan ini akan terus memancing bayi anda untuk terus berbicara.
  • Sering tersenyum dihadapan bayi bisa anda lakukan, terlebih lagi saat ia mulai berbicara atau mengeluarkan celotehan.
  • Anda tetap harus sabar dalam mengartikan komunikasi non verbalnya.

Kembali Ucapkan Perkataan Bayi

Saat bayi anda belajar berbicara, mengajarinya berkomunikasi harus dilakukan dengan dua arah. Maksudnya, ketika bayi anda mengeluarkan bunyi atau kata-kata dari mulutnya, maka anda harus mengulangi apa yang dikatanya tersebut. Anda diharapkan mampu menimpa perkataannya tersebut dengan cara tersendiri. Ulangi perkataannya meskipun tidak dimengerti, tetapi dengan kata yang sesungguhnya.

Meskipun apa yang diucapkan bayi anda lucu, akan tetapi bicara atau perkataan bayi anda membuatnya merasa dicintai, penting dan diperhatikan sepenuhnya oleh orang tua. Untuk memulai berkomunikasi anda bisa menerapkan cara cara seperti di bawah ini:

  • Berikan respon pada si kecil meskipun anda tidak mengerti apa yang diucapkannya.
  • Anda dapat bersikap seperti cermin. Maksudnya, ketika si kecil tersenyum anda bisa menirukannya. Begitu pun ketika ia cemberut.
  • Ajari bayi anda berbicara dengan mengumpan balik apa yang diucapakannya. Hal ini dilakukan agar komunikasi yang terjadi bisa berjalan dua arah serta berkesinambungan antara satu dan yang lainnya.
  • Selain celotehannya, anda juga bisa menirukan bahasa tubuh bayi anda sebagai cara untuk berkomunikasi. Anda bisa mengikuti atau menirukan cara ia ketika menggerakan anggota tubuhnya, seperti tangan atau kepalanya. Ini dilakukan sebagai sinyal bahwa anda mengerti atas apa yang diucapkannya.

Sering Berbicara Dengan Bayi

Bayi biasanya akan sangat antusias ketika mendengar orang tua, terutama ibunya berbicara. Apalagi jika anda mengajak bayi anda berkomunikasi dengan cara berkomunikasi dengan bayi menggunakan nada yang halus dan lembut, serta terdengar bahagia.

Bayi akan belajar berbicara dengan memperhatikan dan mendengar kata-kata yang ia dengar di sekitarnya. Sehingga dengan begitu, semakin sering anda mengajak bayi anda berbicara maka semakin cepat pula perkembangannya dalam berbicara.

Akan tetapi, tidak sedikit orang tua sering melakukan cara yang salah ketika mengajak bicara bayinya. Dimana misalkan orang tua menggunakan nada suara khusus untuk menjawab celotehan bayi atau ketika mengajaknya berbicara atau meninggikan suara dan menunjukan ekspresi yang berlebihan. Hal ini tidak dibenarkan, anda bisa menjawab ucapannya tersebut cukup dengan nada dan ekspresi yang normal seperti halnya anda berbicara dengan orang dewasa.

Anda bisa mengajari anak anda dengan kata-kata yang baik dan benar dengan mengulangi kata tersebut hingga anak bisa mendengarnya. Seperti misalkan, ketika anda memberikannya botol susu, maka anda bisa menyebut kata botol tersebut. Selain itu, anda bisa menunjuk diri sambil berkata mama.

Terapkan cara berkomunikasi dengan bayi ini kapanpun dan dimanapun. Anda bisa menghubungkan bunyi dengan objek atau aktivitas sehari-hari sehingga bayi anda akan lebih mudah menyerap banyak hal.

Kapan Bayi Belajar Berbicara?

Beberapa bayi sudah mampu mengucapkan beberapa kata saat usianya 12 bulan atau satu tahun. Akan tetapi beberapa anak bisa berbicara saat usianya menginjak bulan ke 18.

Apabila si kecil terlambat berbicara, salah satu penyebabnya mungkin ada yang salah pada cara anda mengajarkan ia komunikasi. Berikut ini tips agar si kecil cepat menyerap kata-kata di sekitar berdasarkan usianya.

Usia 1-3 bulan

Usia ini merupakan masa dimana si kecil sangat senang mendengar anda berbicara, ia mungkin akan menimpa apa yang anda katakan dengan senyuman atau bahasa tubuhnya. Saat usianya 2 bulan biasanya bayi mengeluarkan bunyi ‘ooh’ dari mulutnya. Untuk membantu menstimulasi perkembangan otak anak, anda bisa mendengarkannya musik atau membacakannya dongeng.

Usia 4-7 bulan

Pada usia ini bayi anda akan mulai paham bahwa perkataannya memiliki makna di mata orang tuanya. Atas apa yang dikatakannya tersebut ia menunggu reaksi dari orang tuanya. Pada usia ini biasanya bayi akan mulai cerewet karena ia sedang bereksperimen dengan berbagai intonasi dan bunyi.

Usia 8-12 bulan

Usia ini merupakan masa emas, karena pada usianya ini ia sudah bisa mengucapkan kata ‘mama’ atau ‘dada’ pada kali pertamanya. Awalnya mungkin kata tersebut hanya kebetulan saja ia ucapkan. Akan tetapi jika anda mampu memberikan reaksi khusus terhadap kata-katanya tersebut, ia pun akan senang untuk menyebut kembali kata itu. Ketika mengajarkan kosa kata pada bayi anda, seringlah untuk tersenyum dan menatap wajahya. Jika anda hendak mengajarkan suatu kata, anda bisa mengucapkan kata tersebut sesering mungkin agar mudah diserap olehnya.

Apabila bayi anda tidak kunjung berbicara saat usianya lebih dari satu tahun, maka sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter. Meskipun pada umumnya perkembangan bahasa setiap anak memiliki perbedaan, akan tetapi memeriksa bayi ke dokter lebih dini bisa menjadi cara untuk mengetahui apakah bayi anda mengalami masalah atau kesulitan dalam berbicara atau tidak.