Home » Perawatan Bayi » Cara Atasi Batuk Berdahak Pada Bayi

Cara Atasi Batuk Berdahak Pada Bayi

Batuk berdahak pada bayi akan menyebabkan tidak nyaman dan sulit bernafas. Penting bagi orang tua untuk mengetahui cara atasi batuk berdahak pada bayi.

Salah satu masalah kesehatan yang sering menimpa anak bayi dan balita yaitu batuk. Akan tetapi keadaan ini semakin mengkahwatirkan apabila batuk yang dialami oleh bayi adalah batuk berdahak.

Ketika si kecil mengalami batuk berdahak, maka saluran pernafasannya akan mengalami sumbatan. Selain mengganggu, keadaan ini juga membuat bayi merasa tidak nyaman. Untuk orang dewasa, mengeluarkan dahak mungkin mudah untuk dilakukan, akan tetapi lain halnya dengan bayi. Dimana bayi akan mengalami kesulitan ketika mengeluarkan dahak yang mengganggunya.

Batuk Berdahak Pada Bayi

Dahak atau yang lebih sering dikenal dengan slam akan membuat tenggorokan bayi menjadi tidak nyaman, mengganggu ketika ia sedang menelan ASI, menghalangi saluran pernafasan, bahkan tidak jarang membuat bayi rewel.

Batuk berdahak yang dialami oleh bayi dan anak-anak awalnya sering diawali dengan batuk dan pilek. Gejala pertama kali yang muncul biasanya bayi mengalami demam, hidung ingusan dan tersumbat, batuk kering kemudian batuk berdahak.

Penyebab batuk yang paling umum dialami oleh bayi yaitu disebabkan oleh virus. Dimana virus yang menyebabkan batuk tersebut biasanya juga menyebabkan pilek atau common cold. Meskipun begitu masalah kesehatan lainnya dapat menyebabkan keadaan ini seperti batuk rejan, batuk croup, bronkiolitis, serta batuk yang disebabkan bukan karena infeksi seperti misalkan asma .

Berdasarkan penelitian, batuk berdahak pada bayi dan anak akan sembuh dan apabila tidak terjadi infeksi sekunder. Dimana waktu penyembuhannya sekitar 3 minggu sejak awal si kecil terserang.

Mengatasi Batuk Berdahak Pada Bayi

Ketika bayi mengalami batuk berdahak, maka orang tua tentunya akan khawatir dan cemas, terlebih lagi jika keadaan ini membuat si kecil susah tidur dan batuknya mengeluarkan bunyi grok-grok. Bahkan tidak jarang jika beberapa anak mengalami sesak.

Terapi Uap

Pada beberapa kasus, bayi atau anak yang mengalami batuk berdahak dimana batuk tersebut disebabkan karena asma, croup dan bronkiolitis, terapi uap memang bermanfaat. Akan tetapi, batuk berdahak pada bayi yang disebabkan oleh common cold, metode terapi uap ini belum terbukti keberhasilannya dan memang belum termasuk di dalam standar tatalaksana common cold.

Hindari Obat Batuk yang Dijual Bebas

Menghindari obat batuk yang dijual bebas di pasaran harus dihindari sebagai langkah mengatasi batuk berdahak pada bayi. Obat-obatan untuk batuk pilek harus dihindari pada anak berusia di bawah 2 tahun. Berdasarkan penelitian, obat tersebut tidak memiliki dampak positif karena justru efek samping yang didapatkan akan lebih besar untuk si kecil. Bahkan berdasarkan data di Amerika, obat pereda gejala pilek dan batuk berada dalam urutan ke 20 obat tersering yang menyebabkan kematian pada balita.

Pemberian obat pada si kecil harus berdasarkan resep dari dokter. Oleh karena itu, jika batuk yang dialami oleh bayi anda semakin mengganggu dan membuat ia kesulitan bernafas, maka segeralah bawa bayi anda ke dokter.

Cara Efektif Atasi Batuk Berdahak Pada Bayi

Cara yang paling efektif dalam mengatasi batuk berdahak pada bayi yaitu dengan meningkatkan asupan cairan. Memperbanyak asupan cairan adalah salah satu cara terbaik yang bisa dilakukan untuk meredakan batuk berdahak yang dialami bayi yang disertai pilek atau tidak.

Batuk berdahak yang sulit sembuh disebabkan karena dahak yang kental sehingga akan sulit untuk dikeluarkan. Oleh karena itu, prinsip mengobati batuk berdahak pada bayi yaitu dengan mengencerkan dahak yang dilakukan di samping mengobati penyebab dari batuk.

Apabila anak lebih banyak minum maka kebutuhan cairannya akan terpenuhi, cairan yang cukup akan membantunya dalam mengencerkan dahak sehingga akan lebih mudah dikeluarkan. Sedangkan untuk bayi yang belum bisa mengeluarkan dahak, pemberian cairan akan membantu agar dahak lebih mudah diserap oleh tubuh. Mengkonsumsi banyak cairan juga dapat dilakukan sebagai langkah untuk mencegah kekurangan cairan atau dehidrasi pada bayi yang disebabkan karena demam, itu pun jika demam terjadi pada bayi.

Cairan yang dianjurkan pun bervariasi. Untuk bayi yang berusia di bawah satu tahun sangat baik apabila banyak minum ASI, karena seperti yang kita ketahui ASI memiliki banyak manfaat. Agar ASI yang dihasilkan berkualitas, anda pun harus mendukung dengan makanan yang kaya akan nutrisi dan gizi. Untuk anak dengan usia lebih besar cairan yang diminum bisa bervariasi, seperti air putih, jus buah, kuah sop dan lain sebagainya.  Untuk meredakan pernafasan bayi, anda bisa memanfaatkan uap air hangat di dalam ruangan yang tertutup.

Keadaan yang Harus Diwaspadai

Anda harus tetap memperhatikan kondisi bayi anda. Waspada apabila dahak berubah warna menjadi kuning, hijau atau kecoklatan yang disertai dengan batuk. Dahak yang berubah warna dan berbau tersebut bisa saja menandakan terjadinya infeksi. Dimana keadaan ini memerlukan penanganan dari dokter segara.

Anda harus segera konsultasi pada dokter apabila batuk berdahak yang dialami bayi anda tidak kunjung membaik selama lima hari, batuk yang semakin bertambah buruk, bayi kesulitan bernafas, disertai demam pada bayi dengan suhu 38 derajat Celcius apabila bayi di bawah 3 bulan, demam dengan suhu 39 derajat Celcius pada bayi berusia di bawah 6 bulan.

Keadaan lain yang perlu anda waspadai dan perlu dikonsultasikan segera dengan dokter yaitu ketika bayi batuk sangat keras, bahkan hingga menyebabkan muntah, serta bayi yang memiliki penyakit kronis seperti jantung dan paru-paru.

Cermati keadaan bayi lebih lanjut untuk mengetahui dan mengambil langkah yang tepat untuk mengatasi batuk berdahak pada bayi.