Penyebab & Cara Atasi Sembelit Pada Bayi

Posted on

Sembelit pada bayi bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Untuk mengatasinya anda bisa melakukannya sendiri di rumah dengan perawatan terbaik. Namun, jika keadaannya tambah buruk yang disertai dengan tanda bahaya lainnya, segeralah bawa bayi anda ke dokter untuk mendapatkan perawatan.

Sembelit merupakan salah satu masalah pencernaan yang kasusnya sering kita temukan di kehidupan sehari-hari. Selain orang dewasa dan anak-anak, sembelit juga rentan dialami oleh bayi, bahkan bayi baru lahir sekalipun. Masalah pada bayi, dimana bayi mengalami sembelit seringkali membuat bayi merasa tidak nyaman, menangis atau bahkan kesakitan ketika buang air besar. Melihat keadaan seperti ini tentunya membuat orang tua panik, khawatir dan serba salah.

Berbeda halnya dengan mengatasi sembelit pada orang dewasa yang bisa sembuh dengan mengkonsumsi obat-obatan tertentu. Sedangkan mengatasi sembelit pada bayi tidak terlalu mengandalkan obat-obatan. Hal itu dikarenakan sistem pencernaan bayi masih lemah. Sehingga dengan begitu sebagai orang tua anda harus bena-benar memperhatikan keamanannya. Cara terbaik yang bisa anda lakukan untuk mengatasi sembelit pada bayi yaitu dengan memanfaatkan cara alami.

Sembelit Pada  Bayi

Sebelum anda memilih cara pengobatan tertentu, hal pertama yang harus anda perhatikan yaitu, apakah bayi anda benar sedang mengalami sembelit atau dalam bahasa medisnya dikenal dengan konstipasi. Untuk mengetahuinya, anda bisa kenali ciri dan tandanya pada uraian di bawah ini.

Ciri dan Tanda Sembelit Pada Bayi

  • Apabila bayi anda mengalami sembelit atau konstipasi, maka frekuensi buang air besarnya lebih jarang dibandingkan dengan hari hari biasa. Terlebih lagi jika bayi anda tidak buang air besar selama tiga hari atau bahkan lebih.
  • Buang air besar dengan keadaan tinja yang keras dan kering sehingga sulit dikeluarkan, tak peduli sesering apa buang air besarnya.
  • Mengalami kesulitan ketika buang air besar. Keadaan ini bisa dilihat bayi anda mengedan kuat, badan melengking dan disertai dengan tangisan.

Di samping tanda tanda di atas anda juga harus memperhatikan:

Sembelit yang terjadi pada bayi biasanya erat kaitannya dengan makanan dan minuman yang ia konsumsi. Sehingga sudah bukan hal aneh lagi jika sembelit sering terjadi pada bayi atau balita yang sudah mulai mengkonsumsi makanan padat. Selain itu, kecepatan makan dan aktifitas fisiknya pun ikut mempengaruhi. Mengetahui seperti ini, sangat penting untuk anda sebagai orang tua dalam mengatasi sembelit yang terjadi pada bayi anda.

Normalnya, bayi yang mengkonsumsi susu formula atau makanan padat buang air besar sekali dalam sehari. Sedangkan untuk bayi yang mengkonsumsi ASI eksklusif tidak ada batasan normal. Pasalnya, bayi yang mengkonsumsi ASI eksklusif sangat jarang sekali mengalami sembelit, meskipun ada hanya beberapa kasus saja.

Penyebab Sembelit Pada Bayi

Makanan Padat

Anda jangan merasa heran apabila bayi anda mengalami sembelit setelah ia mengkonsumsi makanan padat. Hal ini biasanya sering terjadi karena nasi rendah serat sering menjadi makanan pertama yang diberikan pada bayi selama dalam masa transisi. Selain itu, sembelit pada bayi juga bisa terjadi ketika anda menyapih bayi anda dari ASI, karena hal ini terkadang akan membuat bayi anda dehidrasi.

Kekurangan Cairan dan Dehidrasi

Kebutuhan cairan pada bayi pada dasarya bisa dilengkapi dari ASI, sehingga anda tidak perlu khawatir untuk memberikan cairan tambahan. Namun, jika bayi anda sudah diberikan makanan pendamping ASI bisa diberikan cairan tambahan atau air putih. Kekurangan cairan akan menyebabkan dehidrasi. Jika keadaan ini terjadi, maka sistem pencernaannya akan menyerap cairan dalam jumlah yang lebih banyak. Akibatnya, tinja akan menjadi keras dan kering sehingga akan susah dikeluarkan.

Penyakit/Kondisi Medis Tertentu

Meskipun penyebab ini jarang terjadi, tetapi dalam beberapa kasus sembelit bisa disebabkan oleh penyakit tertentu seperti botulisme, hipotiroidisme, alergi terhadap makanan tertentu atau karena adanya gangguan metabolisme.

Susu Formula

Bayi yang masih mengkonsumsi ASI eksklusif pada umumnya jarang mengalami sembelit. Pasalnya, keseimbangan pada ASI sempurna dari lemak dan protein. Sehingga dengan begitu akan menghasilkan tinja dengan tekstur yang selalu lembut, bahkan apabila bayi tidak buang air besar dalam jangka waktu satu sampai beberapa hari. Apabila bayi anda baru minum susu formula dan kemudian ia mengalami sembelit, mungkin saja ada sesuatu di dalam susu formula sehingga membuat bayi anda mengalami sembelit. Penyebabnya biasanya yaitu karena komponen protein yang terdapat dalam susu formula berbeda sehingga menyebabkan sembelit. Jika anda memutuskan memilih atau beralih merek susu formula, maka sebaiknya tanyakan pada dokter agar tidak ada hal buruk yang akan menimpa bayi anda.

Cara Mengatasi Sembelit Pada Bayi

  1. Cara mengatasi sembelit pada bayi yang bisa dilakukan sendiri yaitu dengan memijat perutnya. Pijat perut dengan mengukur sekitar 3 jari letaknya di bawah pusar, tepat pada sisi perut kiri bagian bawah. Pijat dengan melakukan tekanan yang lembut pada daerah tersebut dnegan menggunakan ujung jari anda. Tekan secara perlahan hingga terasa adanya massa. Jaga tekanan lembut dan tetap konstan selama kurang lebih tiga menit. Hal yang harus anda ingat yaitu jangan tekan terlalu keras dan kuat!
  2. Apabila bayi anda sudah bisa berjalan, maka anda bisa membimbing bayi anda untuk melakukannya. Melakukan latihan fisik seperti itu mampu membantu bayi anda dalam mengatasi masalah sembelit. Apabila bayi anda tidak mau untuk melakukan itu, anda bisa menggerakan kedua kainya seperti ia sedang mengayuh sepeda. Baringkan telentang anak anda, kemudian lakukan kegiatan ini.
  3. Pastikan anak anda mendapatkan cairan yang cukup. Cairan tersebut bisa ia dapatkan dari susu formula, ASI ataupun air putih.
  4. Pada saat hendak mengenalkan makanan padat, anda harus menjauhi beberapa makanan yang dapat menyebabkan bayi sembelit. Berilah makanan yang mampu membuat struktur tinja bayi anda menjadi lembut.
  5. Pada bayi berusia 4 bulan atau lebih, serta sudah mulai mengenal makanan padat, anda bisa memberinya makanan yang kaya kan serat. Beberapa makanan yang dimaksud yaitu bayam, pir, kacang polong, aprikot, persik dan lain sebagainya. Sebelum diberikan, olah terlebih dahulu menjadi makanan yang pantas untuk dikonsumsi. Anda bisa memberikan makanan yang kaya akan serat tersebut sebanyak dua kali dalam sehari.
  6. Apabila pengobatan lainnya perlu dilakukan, seperti menggunakan obat pelunak feses. Maka sebelum melakukannya alangkah lebih baik untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Ingatlah, jangan pernah memberi bayi anda obat sembelit atau obat pencahar tanpa ada persetujuan dari dokter.

Kapan Bayi Harus Di Bawa ke Dokter?

  • Apabila keadaan bayi anda tambah parah, apalagi ia tidak mau makan, terdapat tinja pada darah, berat badannya turun, maka segeralah bawa bayi anda ke dokter.
  • Selain itu, anda bisa membawa bayi anda ke dokter jika perawatan yang dilakukan di atas tidak membantu menyembuhkan sembelit yang dideritanya.
  • Apabila usianya di bawah 4 bulan dan feses yang dikeluarkan sangat keras atau tidak buang air besar dalam waktu 24 jam dibandingkan dengan biasanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *