Home » Penyakit Bayi » Batuk Rejan Pada Bayi, Kenali Gejala & Cara Mencegahnya

Batuk Rejan Pada Bayi, Kenali Gejala & Cara Mencegahnya

Batuk rejan pada bayi merupakan batuk yang berlangsung terus menerus dalam jangka waktu lama. Bayi memiliki resiko lebih tinggi mengalami kematian karena batuk rejan. Oleh karen itu, penting mewaspadai batuk rejan pada bayi.

Batuk merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi dan menimpa bayi. Ketika bayi mengalami batuk, keadaannya akan sangat memprihatinkan. Terlebih lagi jika batuk yang dialaminya membuat tidak nyaman, bahkan menyebabkan ia sulit tidur. Keadaan akan semakin memprihatinkan lagi ketika batuk yang dialami si kecil terus menerus, bahkan hingga menyebabkan ia sulit bernafas dan kejang. Keadaan batuk seperti itu disebut dengan batuk rejan atau pertusis dan bisa juga disebut dengan batuk 100 hari. Disebut batuk 100 hari karena gejala batuk yang ditimbulkan cukup panjang dan membutuhkan waktu lama untuk sembuh meskipun tidak genap 100 hari.

Batuk rejan yang sangat menyiksa ini bisa menimpa siapa saja, baik orang dewasa, anak-anak, bahkan bayi sekalipun. Batuk rejan merupakan jenis penyakit menular, biasanya terjadi di negara berkembang.
Batuk rejan merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Bordetella Pertussis. Bakteri tersebut menempel di lapisan saluran udara yang berada di dalam sistem pernafasan atas. Bakteri ini juga menyebabkan pembengkakan dan peradangan.

Batuk Rejan Pada Bayi

Bakteri penyebab batuk rejan itu sendiri tersebar ketika orang yang terinfeksi bersin atau batuk. Seseorang bisa saja tertular batuk rejan melalui cairan hidung atau tenggorokan seseorang yang terinfeksi bakteri ini.

Gejala Awal Batuk Rejan Pada Bayi

Membedakan gejala awal batuk rejan dengan batuk biasa cukup sulit. Meskipun begitu, anda harus tetap waspada apabila gejala yang ditunjukan menyerang bayi atau balita lebih dari satu minggu.
Ketika anak atau bayi menderita batuk rejan, gejala awal yang ditunjukan di antaranya seperti berikut:

  • Mengalami demam ringan
  • Flu pada bayi atau ingusan
  • Bayi mengalami apnea, atau jeda bernafas
  • Batuk sesekali

Sedangkan pada tingkat lanjut, batuk rejan yang berlangsung dalam waktu yang lama menunjukan gejala seperti berikut:

  • Muntah-muntah
  • Kelelahan
  • Batuk cepat yang diikuti dengan rejan dengan nada yang tinggi

Pada bayi berusia di bawah 6 bulan, gejala yang ditunjukan biasanya tidak spesifik, seperti misalkan penurunan berat badan. Akan tetapi, justru bayi berusia inilah yang memiliki resiko komplikasi pertusis serius, sehingga membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Muntah biasa terjadi pada bayi dan anak-anak ketika terserang batuk. Akan tetapi, anda jangan terlalu khawatir. Salah satu dampak positif dari muntah ketika batuk yaitu mengeluarkan lendir yang menutup saluran pernafasan.

Cara Mencegah Batuk Rejan Pada Bayi

Langkah yang bisa dilakukan sebagai cara mencegah batuk rejan pada bayi dan anak-anak yaitu dengan memberi vaksin. Imunisasi ini diberikan biasanya bersamaan dengan memberikan vaksin tetanus dan difteri, yakni vaksin DPT.

Daya tahan tubuh anak akan jauh lebih baik setelah ia mendapatkan vaksin ketika ia diserang oleh bakteri penyebab penyakit. Anak-anak yang sudah divaksin tidak akan mendapatkan efek negatif seperti halnya anak-anak yang belum mendapatkan vaksin.

Batuk Rejan Dapat Menyebabkan Kematian

Bayi berusia di bawah satu tahun memiliki resiko lebih tinggi mengalami kematian. Bayi yang mengalami batuk terus menerus, lendir menggumpal karena bakteri, akan membuat bayi kesulitan ketika bernafas akibatnya pasokan oksigen ke otak akan menjadi berkurang sehingga akan menyebabkan kejang.

Pada anak yang lebih besar, dampak dari batuk rejan ini sedikit lebih ringan. Hanya saja, batuk yang berlangsung terus menerus akan menyebabkan otot perut sakit sehingga membuat ia kesulitan ketika melakukan aktivitasnya.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Anak Mengalami Batuk Rejan?

Ketika gejala menunjukan si kecil mengalami batuk rejan, maka anda bisa segera membawa ia ke dokter untuk mendapatkan diagnosa yang tepat dan pengobatan yang sesuai.

Bayi yang mengalami batuk rejan, masa inkubasi sekitar 6 sampai 20 hari dan rata-rata 7 hari harus segera mendapatkan penanganan medis dari dokter. Pasalnya, penyakit ini akan menimbulkan komplikasi masalah sistem pernafasan. Radang paru-paru merupakan komplikasi berat dari batuk rejan yang sering dialami bayi dan menyebabkan kematian bayi di bawah usia 3 tahun. Komplikasi lain yang mungkin dialami yaitu hernia, kejang dan lain sebagainya.

Bagi bayi yang sudah mendapatkan MPASI atau makanan pendamping ASI, harus menghindari jenis makanan yang dapat memicu terjadinya batuk seperti misalkan kacang, gorengan, makanan berminyak dan lain sebagainya.

Sebagai langkah untuk mengatasi batuk rejan, obat-obatan yang diberikan oleh dokter dapat menyembuhkan gangguan ini. Akan tetapi, perawatan tepat yang dilakukan dapat membantu bayi dalam meredakan rasa sakit yang dialaminya seperti berikut:

  • Mengisolasi bayi di dalam kamar tenang.
  • Hindari memberikan makanan yang sulit ditelan.
  • Memberikan makanan bertekstur cair dalam porsi kecil, namun sering.
  • Sebagai upaya untuk meringankan batuk yang dialami oleh si kecil, anda bisa mengompres dada anak dengan menggunakan air hangat.

Anda tetap harus waspada terhadap batuk rejan pada bayi. Ketika si kecil batuk, selalu perhatikan perubahan atau gejala yang dialaminya.