Bahaya Bila Bayi Sering Dicium

Posted on

Bahaya Bila Bayi Sering Dicium – Orangtua yang memiliki bayi, terutama bayi baru lahir sebaiknya waspada. Bayi anda masih rentan dengan segala gangguan penyakit. Kondisi penyakit ini biasanya terjadi akibat masuknya bakteri dan mikroorganisme lain kedalam tubuhnya. Bayi baru lahir yang seringkali dicium akan dapat menimbulkan bahaya yang cukup besar untuk kesehatannya.

Berada didekatnya, mengelus tubuhnya yang halus, mencium aroma tubuhnya dan menciumi pipinya adalah beberapa hal yang menyenangkan. Ya, beberapa hal ini seringkali menyenangkan dilakukan pada seorang bayi, terutama bayi baru lahir. Betapa tidak, segala hal yang terjadi dengan bayi memang menggemaskan. Dan seringkali mengundang kita untuk selalu berada didekatnya. Begitupula untuk kita yang memiliki seorang bayi baru lahir.

Pada saat sanak saudara berkunjung ke rumah dan mengetahui ada bayi mungil di rumah kita. Maka mereka akan tergesa dan girang ingin melihat si kecil yang sedang terbaring. Dan setelah ia terbangun maka semua orang akan silih berganti berada dekat dengan si buah hati. Mulai dari menimang, mengelus wajahnya, sampai dengan memegang tangannya, menjadi serangkaian hal yang banyak dilakukan oleh banyak orang pada anak anda.

Akan tetapi rupanya kebiasaan mengerumuti bayi dan menciuminya bukanlah hal yang baik untuk kesehatan si buah hati. Memang cukup melegakkan ketika anda mengetahui banyak orang yang gemas dengan buah hati anda. Akan tetapi, dibalik itu semua kesehatannya terancam dengan bahaya yang besar.

Bahaya Bila Bayi Sering Dicium

Selain membuat si kecil merasa tidak nyaman. Tubuh si kecil yang masih begitu mungil dan sistem kekebalannya yang masih rapuh, membuatnya belum siap dengan semua hal tersebut. Untuk itulah, ketika banyak orang yang mengerubuninya si kecil akan mungkin merasa rewel dan mudah menangis.

Lantas apa saja sih bahaya yang mungkin dialami oleh buah hati yang seringkali dicium? Simak dibawah ini.

Bahaya Bila Bayi Sering Dicium

Sistem kekebalan tubuh yang belum terbentuk dengan sempurna pada tubuh bayi, membuatnya akan lebih mudah terserang dengan kuman dan bakteri yang masuk kedalam tubuhnya. Akibatnya kondisi ini akan membuat si buah hati menjadi rentan dengan masalah dan penyakit.

Menjaga bayi dari bahaya kuman bukanlah perkara yang mudah. Apalagi mengingat bayi mungil kerap kali dikelilingi oleh orang-orang yang ingin mendekatinya. Selain itu, mereka pun seringkali cenderung ingin menciuminya. Padahal tanpa disadari hal ini akan dapat membuat kuman lebih mudah masuk kedalam tubuh bayi.

Kuman yang terbawa oleh orang-orang yang menciumi bayi akan masuk kedalam tubuhnya. Hal inilah yang pada akhirnya membuat kuman mengambil alih kesehatan tubuh dan menyebar sehingga membuat penyakit mudah datang.

Nah, bila anda seringkali membiarkan si kecil diciumi oleh orang lain, terutama mereka yang tidak anda kenali bagaimana riwayatnya. Maka sebaiknya mulai perhatikan kondisi ini. Sebab hal ini sama artinya dengan anda menjembatani kuman dan bakteri masuk kedalam tubuh bayi.

Jenis Bahaya Pada Bayi yang Sering Dicium

Ada cukup banyak bahaya yang dapat menyerang buah hati anda yang seringkali diciumi. Beberapa jenis bahaya ini pada dasarnya akan dapat beresiko besar. Apalagi mengingat tubuh dan sistem imunitas pada bayi baru lahir masih begitu rapuh. Lalu apa sajakah jenis bahaya tersebut? Mari simak dibawah ini.

Virus Herpes Simpleks (HSV) Tipe 1

Umumnya, herpes pertama kali dialami oleh seseorang ketika mereka anak-anak. Penyakit jenis HSV tipe 1 ini biasanya dapat berpindah pada orang lain yang sehat melalui kontak kulit dengan penderita penyakit tersebut. Misalkan setelah dicium oleh saudara yang terkena dengan herpes maka kemungkinan hal ini akan terjadi dengan buah hati anda.

Perlu diingat bahwa jenis virus yang satu ini sifatnya mudah menular, terutama melalui air lidah pada si penderita. Untuk itulah, tidak sebaiknya bunda membiarkan buah hati anda diciumi oleh oranglain, terutama mereka yang memiliki riwayat menderita penyakit ini.

Kondisi penyakit ini umumnya timbul pada bagian organ wajah dengan ditandai luka seperti lecet yang melepuh. Pada kebanyakan penyakit, jenis penyakit ini lebih sering menyerang area wajah. Berbeda dengan HSV tipe dua yang umumnya lebih sering menyerang bagian genital yang diakibatkan oleh adanya hubungan seksual.

Hanya saja, penyakit HSV yang menyerang bayi baru lahir akan sangat fatal akibatnya. Sebab kondisi ini akan dapat menyebabkan infeksi yang parah. Termasuk pada bagian kulit, mata, paru-paru dan juga otaknya. Sehingga demikian, pada bayi yang terserang dengan penyakit ini, mereka akan membutuhkan penanganan medis yang intens di rumah sakit.

Kissing Disease (Mononukleosis)

Bahaya yang selanjutnya yang mungkin terjadi pada bayi baru lahir yang sering diciumi adalah kissing disease. Infeksi mononukleosis atau yang disingkat dengan “mono” ini, umumya disebut dengan kissing disease. Mengapa disebut demikian? Hal ini dikarenakan virus ini menular melalui air liur. Untuk itulah, kondisi ini akan lebih beresiko saat si kecil diciumi oleh orag lain.

Hal ini perlu benar-benar diperhatikan dengan baik sebab penyakit ini penularannya secepat virus pilek. Pada anak-anak yang terserang dengan penyakit ini, maka mereka akan menunjukan gejala seperti:

  • Demam
  • Radang tenggorokan
  • Kelelahan
  • Amandel membengkak
  • Ruam kulit
  • Terjadinya pembengkakan kelenjar getah bening pada leher dan ketiak.

Untuk itu, jangan biarkan infeksi mono terjadi pada buah hati anda yang masih begitu kecil. Hal ini akan dapat memicu timbulnya komplikasi, seperti pembngkakan organ limpa. Bila mengalami gejala diatas maka sebaiknya segera lakukan penangan. Adapun penanganan yang dimaksud adalah dengan mencukupi kebutuhan cairan dalam tubuh si kecil. Pada saat ini, ASI mungkin menjadi satu-satunya sumber cairan yang bisa didapat oleh si kecil.

Meningitis Bakteri

Penyakit meningitis yang diakibatkan oleh adanya infeksi bakteri disebut dengan meningitis bakteri. Kondisi ini merupakan kondisi kesehatan yang serius dan dapat mengakibatkan kematian bila tidak segera ditangani. Bahkan beberapa jam setelah gejala mulai dirasakan namun penanganan tak kunjung diberikan taruhannya nyawa melayang.

Kondisi meningitis bakteri yang dijumpai umumnya akan dapat pulih. Akan tetapi kondisi ini beresiko meninggalkan kecacatan permanen. Seperti misalkan kehilangan fungsi pendengaran, kerusakan otak dan masih banyak lagi.

Penyebaran meningitis bakteri cukup mudah dari orang ke orang. Pada beberapa kasus yang dijumpai hal ini terjadi akibat saliva penderita yang mengenai orang lain. Dengan demikian bayi yang seringkali diciumi akan mungkin mengalami kondisi ini.

Untuk itulah, hindarkan bayi anda dari orang-orang yang hendak menciuminya. Bukan tidak menghargai akan tetapi bila taruhannya adalah kesehatan si kecil maka apalah daya. Untuk itu, sebaiknya hindari membawa buah hati anda yang masih begitu bayi ke luar rumah. Guna menghindari orang-orang yang ingin mendekati dan menciuminya. Dengan begini maka resiko penularan kuman dan bakteri dari orang-orang yang mencoba mendekati si kecil akan bisa diminimalisir.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *