Home » Perlengkapan Bayi » Bahaya Baby Walker Untuk Bayi

Bahaya Baby Walker Untuk Bayi

Bahaya baby walker untuk bayi – Untuk menunjang bayi dalam proses belajar berjalan, biasanya orang tua menggunakan alat bantu berupa baby walker. Namun sayangnya, penelitian menyatakan bahwa penggunaan baby walker ini memiliki dampak negatif atau bahaya untuk bayi.

Ketika bayi sudah belajar berdiri, bahkan sudah mulai melangkahkan kaki kecilnya, biasanya orang tua akan mempertimbangkan untuk menggunakan alat bantu untuk menunjang proses belajar berjalannya. Baby walker digunakan oleh orang tua sejak dulu ketika anaknya sudah masuk dalam tahapan belajar berjalan.

Akan tetapi, muncul kontroversi mengenai penggunaan baby walker. Fungsi dari baby walker dan dampak buruk penggunaan baby walker yang ditimbulkan banyak dipertanyakan.

Bahaya baby walker untuk bayi

Baby walker itu sendiri merupakan salah satu perlengkapan bayi yang dilengkapi dengan empat roda, tempat duduk dan dua lubang untuk kakinya. Orang tua menggunakan baby walker kebanyakan untuk merangsang perkembangan motorik kasar bayinya sehingga ia akan lebih cepat berjalan.

Baby walker itu sendiri mulai diperkenalkan pada khalayak umum pada tahun 1851. Dimana fungsi dari baby walker itu sendiri yaitu untuk mencegah bayi terjatuh ketika ia sedang belajar berjalan pada saat orang dewasa tidak mendampinginya. Bahkan baby walker disebut sebagai alat yang dapat membantu mempercepat kemampuan berjalan anak. Dengan dilengkapi mainan, alat ini bisa juga menjadi sarana untuk bermain si kecil. Khususnya untuk orang tua, dengan adanya alat ini mereka bisa istirahat sejanak dari aktivitasnya sambil menjaga bayinya secara bersamaan atau mempermudah dalam mengerjakan tugas lainnya.

Akan tetapi, baby walker juga memiliki resiko yang akan merugikan bayi ketika menggunakannya. Bahkan tidak sedikit orang tua tidak menyadari akan bahaya penggunaan baby walker ini.
Baby walker itu sendiri terdiri dari kerangka keras. Yang mana bayi dipegang di dalam sling dan terdapat meja mainan di depannya. Berdasarkan laporan American Academy of Pediatrics tahun 2001, menyatakan bawa ketika tahun 1999 terdapat sekitar 8800 anak berusia di bawah 15 bulan dilarikan ke rumah sakit bagian gawat darurat. Dimana penyebabnya yaitu karena kecelakaan dari baby walker. Sedangkan dari tahun 1973 hingga 1998, berdasarkan laporan 34 bayi meninggal yang diakibatkan kecelakaan karena bay walker, dimana kebanyakan bayi terjatuh dan cedera pada bagian kepala.

Bahaya Baby Walker Untuk Bayi

Meskipun terdapat beberapa manfaat dari baby walker, alat bantu untuk bayi ini bisa dikatakan cukup berbahaya. Berikut ini beberapa bahaya baby walker untuk bayi.

Terjatuh

Ketika bayi berjalan dengan cepat menggunakan baby walker, maka mereka cenderung tersandung dan terjatuh karena terbelit kakinya sendiri, dimana keadaan ini disebabkan karena ia masih belum stabil dalam berjalan. Ketika bayi terjatuh dan terguling bersama dengan baby walker, membuat ia terbentur benda-benda yang ada di sekitarnya.

Dengan baby walker, maka posisi bayi akan lebih tinggi sehingga memungkinkan bayi mencapai barang-barang yang letaknya tinggi. Selain itu, baby walker juga akan membuat bayi lebih mudah bergerak. ketika bergerak bebas bayi akan lebih mudah meraih benda di sekitar yang berbahaya. Bahkan bisa saja ia jatuh dari tangga.

Menghambat Perkembangan Motorik

Perkembangan motorik pada anak sebenarnya harus sudah terlatih sejak dini, sehingga otot-otot akan berfungsi dengan baik. Akan tetapi, dengan menggunakan alat bantu baby walker ini membuat bayi selalu ketergantungan terhadap alat bantu, sehingga proses berjalan akan menjadi terhambat.

Proses berjalan bayi dengan menggunakan baby walker yaitu mendorong seperti sedang bermain scooter, akan tetapi si kecil hanya menggunakan ujung kakinya. Dimana keadaan inilah yang menjadi penyebab terhambatnya perkembangan bayi dalam kemampuan motorik dan menghambat proses berjalannya. Pada keadaan yang seharusnya, semua otot dari otot paha hingga otot betis digerakan oleh bayi sehingga otot motoriknya terlatih. Dengan menggunakan baby walker, hanya otot betisnya saja yang bekerja karena bayi berjalan hanya dengan menggunakan ujung kaki.

Ketika hanya otot betisnya yang terlatih maka proses berjalan bayi akan terganggu, otot-otot lainnya tidak terlatih sehingga keadaan ini akan menyebabkan fungsi otot lainnya melemah. Dengan baby walker bayi tidak akan mempelajari cara dalam mengimbangkan tubuhnya.

Menghambat Pertumbuhan Bayi

Berdasarkan penelitian menyatakan bahwa bayi yang menggunakan baby walker cenderung membuat pertumbuhannya menjadi terhambat. Tercatat bayi yang tidak menggunakan baby walker mampu berjalan ketika usianya rata-rata 10,7 bulan sampai 11 bulan. Sedangkan bayi yang menggunakan baby walker sebagai alat bantu justru mampu berjalan ketika usianya rata-rata 11,7 bulan sampai satu tahun. Ketika menggunakan baby walker bayi tidak bisa melihat kakinya pada saat melangkah. Keadaan ini akan mempengaruhi kecepatan kemampuannya dalam berjalan, karena bayi tidak bisa melihat bagaimana cara melangkah dengan baik.

Beberapa dokter spesialis anak pun menyatakan bahwa baby walker untuk bayi akan menimbulkan sifat ketergantungan pada anak ketika bergerak, sehingga dengan begitu penggunaannya akan menghambat kemampuan berjalan anak.

Dengan adanya beberapa hasil penelitian, tentunya orang tua harus kembali mempertimbangkan dalam penggunaan baby walker. Untuk menunjang proses belajar berjalan si kecil, akan lebih baik jika anak ditopang dengan menggunakan tangan orang tuanya.

Demikian beberapa bahaya baby walker untuk bayi. Semoga bermanfaat.