Home » Makanan Bayi » Bahaya Air Putih Untuk Bayi 0-6 Bulan

Bahaya Air Putih Untuk Bayi 0-6 Bulan

Bahaya Air Putih Untuk Bayi – Selain ASI, tidak sedikit orang tua memberikan air putih pada bayinya meskipun masih berusia di bawah 6 bulan. Pemberian air putih pada bayi lebih dini dapat menyebabkan berbagai dampak kesehatan untuk bayi.

Kita dianjurkan untuk minum air putih sebanyak 8 gelas perhari. Air putih memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan membuat tubuh menjadi lebih segar. Namun, pernyataan tersebut hanya berlaku untuk orang dewasa, lain halnya dengan bayi. Pemberian air putih itu sendiri pada bayi justru kurang baik karena akan berdampak pada kesehatannya. Meskipun begitu bukan berarti bayi tidak boleh diberi air putih. Pemberian air putih dapat dilakukan pada bayi sesuai dengan usia yang telah ditentukan.

Bayi boleh diberi air putih setelah usianya 6 bulan. Dari 0-6 bulan tidak ada asupan apapun selain ASI. Meskipun air putih sehat, tetapi tidak dianjurkan diberikan pada bayi berusia di bawah 6 bulan. ASI sudah memenuhi semua kebutuhan nutrisi bayi saat usia tersebut, sehingga asupan cairan atau makanan lainnya selain ASI tidak dibutuhkan.

Bahaya Air Putih Untuk Bayi

Badan kesehatan Amerika Serikat memperingati pada orang tua untuk tidak memberikan air putih pada bayi di bawah usia 6 bulan. Pasalnya, berdasarkan penelitian yang dilakukan air putih yang diberikan pada bayi terlalu sering ditakutkan akan menyebabkan keracunan.

Pemberian air putih pada bayi akan berisiko pada kesehatannya. Berikut ini beberapa bahaya air putih untuk bayi 0-6 bulan.

Bahaya Air Putih Untuk Bayi

Keracunan

Bayi dianjurkan untuk banyak minum. Namun, minum yang dimaksud bukanlah minum air putih. Pemberian air putih pada bayi di bawah usia 6 bulan akan menimbulkan berbagai dampak negatif untuk bayi itu sendiri. Salah satu dampak negatif pemberian air putih pada bayi yaitu keracunan.

Secara naluri bayi memiliki refleks haus dan keinginan untuk minum. Karena melihat keinginan bayinya tersebut, tidak sedikit orang tua yang memutuskan untuk memberikan minum tambahan pada bayinya selain ASI. Fungsi ginjal pada bayi belum optimal, sehingga air putih yang diminum oleh bayi akan membuat tubuhnya mengeluarkan sodium. Sodium itu sendiri merupakan mineral yang dibutuhkan dalam proses metabolisme tubuh.

Apabila tubuh kehilangan sodium maka akibatnya akan mempengaruhi aktivitas otak. Sehingga pada akhirnya bayi bisa mengalami gejala keracunan. Beberapa gejala keracunan yang mungkin dialami oleh bayi di antaranya yaitu, wajah terlihat membengkak, suhu tubuh bayi rendah, bahkan bayi dapat mengalami kejang-kejang. Oleh karena itu, bayi yang mendapatkan asupan ASI dari ibunya tidak perlu mendapatkan minum tambahan berupa air putih. ASI sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi usia 0-6 bulan.

Mengganggu Otak Bayi

Pada bayi berusia 0 sampai 6 bulan, ginjalnya belum berfungsi dengan baik. Ketika bayi mengkonsumsi air putih, ketika BAK air seninya akan membawa elektrolit dalam darah, seperti misalkan natrium, dimana natrium sebenarnya berguna untuk tubuh.

Ketika bayi kekurangan natrium, maka bayi memiliki risiko mengalami kejang-kejang. Apabila elektrolit yang terbuang semakin banyak, maka efek negatif yang dialami oleh bayi pun akan semakin banyak. Akibatnya apabila banyak organ tubuh bayi mengeluarkan elektrolit seperti ginjal, jantung, paru-paru dan otak, maka akan menghambat aktivitas otak bayi. Gejala yang ditunjukan oleh bayi dapat berupa kejang-kejang atau suhu tubuh menjadi rendah.

Ginjal Rusak

Pemberian air putih pada bayi berusia 0-6 bulan dapat menyebabkan rusaknya ginjal. Pada bayi usia ini, ginjal yang memiliki fungsi sebagai pengatur keseimbangan cairan dalam tubuh masih belum berfungsi dengan baik. Sebenarnya pada saat usia kehamilan ibu 35 minggu, ginjal pada bayi sudah terbentuk, namun fungsinya belum optimal. Begitu pun saat bayi lahir, meskipun bentuk ginjal sudah sempurna.
Pada anak yang usianya lebih besar dan orang dewasa, fungsi ginjal sudah optimal. Ginjal sudah mampu dalam mengatur asupan cairan yang masuk dan keluar. Ketika banyak minum, maka ginjal otomatis akan mengaturnya dengan mengeluarkan melalui BAK.

Dalam tubuh ginjal memiliki fungsi untuk mengatur keseimbangan cairan, seperti misalkan kalsium, natrium dan lain sebagainya. Sehingga ketika fungsi ginjal belum sempurna dan sudah diberi air putih, maka tubuh bayi akan kelebihan air. Pasalnya, ginjal belum mampu menyeimbangkan cairan yang masuk dan keluar dalam tubuh bayi.

Infeksi Bakteri

Air putih yang diberikan pada bayi berusia 0-6 bulan akan meningkatkan risiko bayi mengalami infeksi bakteri, terlebih lagi jika air yang diberikan kebersihannya kurang terjaga.

Mempengaruhi Asupan ASI

Asupan ASI bayi akan menjadi terpengaruh ketika mendapatkan air putih. Seperti yang kita ketahui ASI merupakan sumber nutrisi utama untuk bayi dan sangat dibutuhkan bayi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi hariannya. Pemberian air putih lebih dini akan membuat bayi merasa kenyang dan enggan mengkonsumsi ASI.

Mengetahui air putih berisiko untuk bayi berusia 0-6 bulan, maka sebaiknya anda menghindari pemberian air putih pada buah hati tercinta. Apabila si kecil kehilangan cairan, anda dapat memenuhi cairannya dengan ASI atau anda dapat melakukan konsultasi dengan dokter. Berikan air putih pada bayi setelah si kecil mendapatkan MPASI atau makanan pendamping ASI agar terhindar dari beberapa bahaya seperti di atas.