Home » Penyakit Bayi » BAB Bayi Berwarna Hijau, Penyebab dan Solusi

BAB Bayi Berwarna Hijau, Penyebab dan Solusi

BAB bayi berwarna hijau masih dikategorikan normal. Meskipun begitu, feses berwarna hijau pada bayi yang terus menerus menandakan keadaan yang serius. Oleh karena itu, penting mengetahui penyebab dan solusinya.

Memiliki buah hati merupakan dambaan setiap pasangan. Karena seperti itu, setiap pasangan akan melakukan cara apapun untuk mendapatkan kehamilan. Kehadiran malaikat kecil ke dunia ini akan membawa kebahagiaan tersendiri untuk keluarga. Tangisannya, tawanya yang menggemaskan akan senantiasa menghangatkan keluarga.

Menjadi orang tua adalah sebuah anugerah. Tanggung jawab yang besar diemban oleh orang tua, untuk merawat, membesarkan dan mendidik anaknya. Demi buah hatinya, setiap orang tua tentunya akan melakukan perawatan yang ekstra agar anaknya tumbuh sehat seperti yang diharapkan.

BAB bayi berwarna hijau

Sistem kekebalan tubuh bayi umumnya masih lemah sehingga rentan terhadap berbagai serangan penyakit. Oleh karena itu penting bagi bayi untuk mendapatkan perawatan yang terbaik dari orang tuanya.

Selain virus, perubahan lingkungan memiliki pengaruh pada kesehatan bayi. Untuk mengetahui kesehatan bayi, maka kita dapat melihatnya dari keadaan fisik bayi. Kondisi fisik bayi yang dapat dijadikan indikator dalam mengukur tingkat kesehatannya yaitu dengan melihat suhu tubuh, serta warna dari feses bayi. Warna feses atau kotoran bayi ini dapat mengindikasikan keadaan bayi saat ini.
Berbeda halnya dengan orang dewasa, bayi belum bisa mengungkapkan apa yang dirasakannya. Bayi hanya bisa menunjukannya dengan tangisan yang mungkin tidak dipahami oleh orang tua. Karena seperti itu, maka sudah menjadi tugas orang tua untuk selalu peka dan memperhatikan keadaan buah hatinya.

Normalnya, pada bayi baru lahir feses yang pertama kali keluar berwarna kehitaman atau yang disebut dengan mekonium. Dimana feses tersebut merupakan isi usus ketika bayi berada di dalam kandungan. Akan tetapi, seiring dengan berjalannya waktu, feses bayi tersebut akan berubah warna menjadi kehijauan. Dari berwarna hijau akan berubah menjadi kekuningan dan kuning seutuhnya.

Masalah sering kali muncul pada saat usia bayi sudah beberapa bulan. Dimana tiba-tiba feses atau BAB bayi berwarna hijau. Padahal sebelumnya warna feses bayi normal seperti biasanya.

Macam Warna Feses Bayi

Normalnya warna feses bayi adalah kuning atau kecoklatan. Akan tetapi, karena gangguan kesehatan terkadang warna feses berubah.

  • Kuning

Feses bayi berwarna kuning tandanya normal. Dimana warna feses bayi ini dipengaruhi oleh beberapa hal, salah satunya makanan yang dikonsumsi. Bayi yang mengkonsumsi ASI eksklusif maka fesesnya akan berwarna kuning cerah.

  • Merah

Feses bayi berwarna merah berarti mengindikasikan bahwa pada fesesnya tersebut terdapat darah.

  • Putih Keabuan

Anda harus lebih waspada ketika bayi mengeluarkan feses berwarna putih keabuan. Karena warna feses seperti ini menandakan adanya masalah yang serius, dimana empedu bayi mengalami sumbatan atau hatinya mengalami gangguan.

  • Hijau

Feses bayi berwarna hijau sebenarnya dikategorikan sebagai feses normal. Akan tetapi, jika kemunculannya sering maka mengindikasikan keadaan yang serius.

Penyebab BAB Bayi Berwarna Hijau

Perubahan feses bayi menjadi warna hijau biasanya disebabkan karena bayi tidak makan atau minum dengan baik.

Dalam keadaan normal feses bayi yang mengkonsumsi ASI encer dan berair. Akan tetapi jika feses yang dikeluarkan oleh bayi berwarna hijau, terdapat lendir pada fesesnya, serta bayi mengalami keadaan yang menandakan gejala kolik yang disertai dengan rewel, keadaan tersebut dapat menjadi tanda bahwa foremilk-hindmilk tidak seimbang. Keadaan ini biasanya akan terjadi pada saat produksi atau pasokan ASI berlebihan. Akibatnya ketika menyusu bayi akan terlalu banyak minum foremilk berair. Dimana dalam foremilk terkandung jumlah laktosa yang lebih tinggi dibandingkan dengan hindmilk. Foremilk itu sendiri merupakan ASI saat awal pemberian. Sedangkan hindmilk merupakan ASI saat akhir pemberian.

Keadaan ini juga dapat terjadi apabila saat menyusu mulut bayi tidak menempel sempurna pada puting payudara ibu atau mulut bayi tidak mencangkup seluruhnya, yang mana hanya pada ujungnya saja. Dengan posisi mulut seperti ini maka bayi tidak akan mendapatkan hindmilk atau susu yang kaya lemak yang datang pada akhir menyusu. Hindmilk atau susu tinggi lemak ini di dalamnya terdapat kalori yang dibutuhkan oleh bayi, serta akan membuatnya merasa kenyang. Ketika bayi hanya mendapatkan foremilk atau susu rendah lemak dan tinggi laktosa, maka bayi akan sangat mudah lapar. Akibatnya ia akan menyusu lebih sering. Artinya, dalam sehari atau selama 24 jam susu yang diminum bayi jumlahnya akan lebih banyak dibandingkan dengan bayi yang menyusu dengan posisi mulut yang tepat.

Ketika asupan laktosa dari ASI terlalu banyak didapatkan oleh bayi, maka bayi tidak mampu mencerna kandungan tersebut dengan baik. Akibatnya gas akan lebih banyak pada usus yang disertai dengan adanya gejala kolik, serta BAB bayi berwarna hijau, lebih encer dibandingkan biasanya dan berbusa.

Cara Mengatasi BAB Bayi Berwarna Hijau

Karena keadaan ini umumnya disertai dengan gejala kolik, maka bayi tentunya akan merasa tidak nyaman yang terlihat dari keadaannya yang selalu rewel. Demi kenyamanan si buah hati, maka penting bagi anda ntuk mengetahui solusi dari keadaan bayi seperti ini.

Cara mengatasi BAB bayi berwarna hijau karena masalah ini yakni, ketika menyusu biarkan si kecil hanya menyusu pada satu payudara atau sampai menguras habis sebelum menawarkan menyusu pada payudara yang satunya. Dengan seperti ini dapat dipastikan bayi akan mendapatkan hindmilk yang mengandung lemak lebih banyak.

Saat menyusu, usahakan untuk melekatkan atau memposisikan mulut bayi pada puting payudara dengan posisi yang tepat. Posisi mulut bayi harus meliputi seluruh puting sang ibu. Hindari membiasakan bayi menyusu hanya pada bagian puting payudara ibu saja.

Apabila posisi mulut bayi ketika menyusu tepat, maka efeknya bayi akan terlihat lebih bahagia, feses bayi akan kembali normal dan waktu tidurnya akan lebih lama.

Keadaan yang Memicu BAB Bayi Berwarna Hijau

Perlu anda ketahui penyebab BAB bayi berwarna hijau selain karena keadaan yang sudah dijelaskan di atas, keadaan tersebut dapat juga disebabkan karena beberapa masalah seperti berikut ini.

  • Apabila feses bayi berwarna hijau akan tetapi tidak berair, berbusa dan tidak diringi dengan gejala kolik, penyebabnya kemungkinan karena beberapa hal diantaranya:
  • Susu formula yang mengandung zat besi biasanya akan menyebabkan feses bayi berwarna hijau.
  • Bayi menderita penyakit kuning pada bayi. Bayi yang menderita penyakit kuning maka fesesnya akan berwarna hijau tua.
  • Bayi sensitif terhadap obat-obatan yang dikonsumsi oleh ibu, seperti misalkan antibiotik atau obat yang diberikan pada bayi pun dapat mempengaruhinya.
  • Ibu mengkonsumsi makanan berwarna hijau, seperti misalkan sayuran hijau. Ketika ibu mengkonsumsi makanan seperti ini, maka feses bayi akan berwarna hijau terang.
  • Bayi sensitif akan segala sesuatu yang dikonsumsi oleh ibunya. Biasanya selain feses bayi berwarna hijau, bayi juga akan mengalami ruam pada kulitnya. Apabila keadaannya seperti ini anda harus segera membawa si kecil ke dokter.
  • Bayi mengalami infeksi, apalagi jika keadaannya diiringi dengan diare dan demam. Segera bawa si kecil ke dokter apabila keadaannya seperti ini.

Agar anda dapat menentukan solusi yang tepat untuk mengatasi BAB bayi berwarna hijau, anda harus tetap memperhatikan keadaan si kecil guna mengetahui penyebabnya yang pasti.